Penelitian ini memiliki
tujuan adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal dalam
pengembangan ternak sapi peranakan Angus serta merumuskan strategi yang tepat
untuk pengembangan usaha ternak yang dapat diterapkan di Kecamatan
Sambungmacan. Kecamatan Sambungmacan merupakan salah satu kecamatan di
Kabupaten Sragen yang masih didominasi oleh peternak rakyat. Peternak sapi
peranakan Angus yang dijalankan merupakan usaha sampingan di mana bertani
merupakan pekerjaan utama. Pemilihan lokasi dan responden dilakukan secara
sengaja (purposive sampling) yang didasarkan bahwa daerah tersebut merupakan
wilayah dengan populasi sapi peranakan Angus tertinggi di Kabupaten Sragen
serta 37 peternak yang memiliki sapi peranakan Angus dan stakeholder yang
berada pada bidang peternakan. Analisis yang digunakan ialah SWOT (strength,
weakness, opportunity, threat) digunakan untuk mendapatkan alternatif
strategi. Strategi yang akan diterapkan diperoleh dari faktor internal dan
eksternal, kemudian di urutkan strategi dengan prioritas lebih tinggi yang
dapat direalisasikan untuk pengembangan usaha dengan metode QSPM (Quantitative
Strategic Planning Matrix). Hasil dari penelitian menunjukan usaha
peternakan sapi peranakan Angus di Kecamatan Sambungmacan memiliki skor
internal 0,64 dan skor faktor eksternal 0,10 dengan posisi berada pada kuadran
1 pada matriks SWOT. Strategi yang menjadi prioritas utama yaitu mewadahi dan
mendorong reaktivasi masyarakat kedalam kelompok tani ternak sebagai sarana
berbagi informasi dengan nilai STAS sebesar 11,27. Kesimpulan yang
dapat diambil, usaha ternak sapi peranakan Angus di Kecamatan Sambungmacan
memungkinkan untuk dilakukan pengembangan karena berada pada kuadran 1 dengan
strategi prioritas mewadahi dan mendorong reaktivasi masyarakat kedalam
kelompok tani ternak sebagai sarana berbagi informasi.