Penulis Utama : Afifah Melani Putri
NIM / NIP : D0322005

Fenomena tingginya jumlah penyandang disabilitas di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, dan Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memunculkan dinamika sosial yang kompleks dalam kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses gizi dan layanan kesehatan, serta kondisi geografis yang relatif terpinggir. Situasi ini mendorong masyarakat untuk beradaptasi dan membangun ketahanan sosial dalam menghadapi realitas tersebut. Selain itu, berbagai upaya pemberdayaan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk resiliensi sosial masyarakat serta praktik pemberdayaan dalam mendukung kehidupan sosial penyandang disabilitas di kedua desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 12 informan yang terdiri atas perangkat desa, pengelola lembaga pemberdayaan disabilitas, dan warga setempat di Desa Sidoharjo dan Desa Karangpatihan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara antarinforman, hasil observasi lapangan, dan dokumen pendukung yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teori modal sosial dari Robert Putnam untuk melihat peran jaringan sosial, kepercayaan, dan norma dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi sosial masyarakat terbentuk melalui penguatan modal sosial yang tercermin dalam kepercayaan antarwarga, norma sosial, serta jaringan sosial yang terjalin dalam merespons keberadaan warga penyandang disabilitas. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan kemampuan mempertahankan stabilitas sosial melalui solidaritas sosial di tengah keterbatasan yang ada. Di sisi lain, praktik pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, kegiatan ekonomi produktif, serta program pendampingan yang melibatkan peran aktif masyarakat dan intervensi pemerintah. Upaya tersebut berdampak pada peningkatan kemandirian penyandang disabilitas, memperkuat hubungan sosial, dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif.

×
Penulis Utama : Afifah Melani Putri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0322005
Tahun : 2026
Judul : RESILIENSI SOSIAL DESA PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN PONOROGO
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Resiliensi Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Penyandang Disabilitas, Modal Sosial
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A.
Penguji : 1. Dr. Trisni Utami, M.Si.
2. Prof. Dr. Argyo Demartoto, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.