Rusunawa
Jogoyudan merupakan salah satu rumah susun sederhana sewa di Kota Yogyakarta
yang dibangun sejak tahun 2006 sebagai bagian dari program penataan permukiman
kumuh di bantaran Sungai Code sekaligus penyediaan hunian bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR). Keberadaan rusunawa tidak cukup dinilai hanya dari
tersedianya unit hunian, melainkan juga sejauh mana bangunan tersebut mampu
mendukung kehidupan penghuni secara layak. Setelah beroperasi hampir dua puluh
tahun, sejumlah informasi awal menunjukkan adanya masalah pada beberapa
komponen fisik rusunawa. Konsep layak huni digunakan dalam penelitian ini
karena berkaitan langsung dengan kemampuan suatu hunian dalam mendukung
kesejahteraan dan kualitas hidup penghuninya, mencakup ketersediaan serta
kualitas infrastruktur, fasilitas, dan lingkungan yang aman dan sehat. Selain
itu, kajian-kajian terdahulu terhadap Rusunawa Jogoyudan belum secara spesifik
menilai kondisi rusunawa berdasarkan konsep tersebut, sehingga terdapat celah
penelitian yang perlu diisi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian
Rusunawa Jogoyudan terhadap konsep layak huni ditinjau dari aspek fisik,
meliputi kondisi unit hunian, fasilitas rusunawa, prasarana dasar,
keterjangkauan terhadap fasilitas publik, serta keselamatan dan keamanan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian
kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi
literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis skoring dan analisis
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian Rusunawa
Jogoyudan terhadap konsep layak huni sebesar 60%, tergolong kategori
"tidak sesuai". Variabel keterjangkauan terhadap fasilitas publik
memperoleh skor tertinggi dan menjadi satu-satunya variabel yang sesuai,
sedangkan variabel kondisi unit hunian serta keselamatan dan keamanan
memperoleh skor terendah. Ketidaksesuaian utama disebabkan oleh kepadatan
hunian yang melebihi standar, sistem proteksi kebakaran yang tidak berfungsi
optimal, ketiadaan pos keamanan, kualitas air bersih yang belum memenuhi
syarat, kapasitas listrik yang terbatas, serta pengelolaan sampah yang belum
optimal. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan pada aspek-aspek tersebut
agar rusunawa mampu mendukung kehidupan penghuni secara layak, aman, dan sehat.