Salwa Alfiana Uzma. K5122073. Pembimbing: Vania Martha
Yunita, M.Pd. PERBEDAAN KOMPETENSI
PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN PELATIHAN TENTANG
PENDIDIKAN INKLUSIF DI KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA. Skripsi,
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni
2026
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan kompetensi
pedagogik guru sekolah dasar ditinjau dari keikutsertaan pelatihan tentang
pendidikan inklusif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan metode non eksperimental komparatif. Sampel
pada penelitian ini berjumlah 217 yang
terdiri dari dua kelompok yakni 79 guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan
dan 138 guru yang belum pernah mengikuti pelatihan. Penelitian ini dilaksanakan
di 20 sekolah dasar negeri yang ada di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Instrumen untuk pengumpulan
data pada penelitian ini menggunakan skala
kompetensi pedagogik dengan model
pengukuran skala
likert. Uji validitas isi instrumen menggunakan
koefisien
Aikens’V dan uji daya beda item dengan korelasi Product Moment
Pearson. Reliabilitas instrumen duiji menggunakan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha dengan perolehan
nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.928 yang artinya instrument reliabel
untuk digunakan. Uji normalitas Kolmogorov
Smirnov dan uji homogenitas Levene’s test dilakukan sebagai
prasyarat sebelum dilakukan uji hipotesis. Analisis data pada
penelitian ini menggunakan uji non parametrik Mann Whitney U Test dikarenakan
kedua kelompok pada penelitian ini tidak saling berhubungan dan data tidak
terdistribusi normal dengan perolehan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar
0,001 dengan taraf signifikansi 5 %. Rata-rata skor kelompok guru yang sudah
pernah mengikuti pelatihan terbilang lebih tinggi yakni 156 dari pada kelompok
guru yang belum pernah mengikuti pelatihan yaitu sebesar 148. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan kompetensi pedagogik yang signifikan antara kelompok guru yang sudah
pernah mengikuti pelatihan dan kelompok guru yang belum pernah mengikuti
pelatihan. Perbedaan tersebut dilihat dari nilai Asymp.Sig (2-tailed) kurang
dari 0,05 sehingga hipotesis dinyatakan diterima yang artinya terdapat
perbedaan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar ditinjau dari keikutsertaan
pelatihan pendidikan inklusif Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Berdasarkan
hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa pelatihan tentang pendidikan inklusif
memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru khususnya guru sekolah dasar
penyelenggara pendidikan inklusif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.