Kinerja buruh menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan produksi pada industri tembakau. Karakteristik yang sering dihadapi buruh dalam industri ini adalah tuntutan produksi yang tinggi yang dapat menimbulkan stres kerja, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung kenyamanan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan persepsi lingkungan kerja dengan kinerja buruh di PTPN I Regional 5 Gudang Kebun Tembakau Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan partisipan penelitian sebanyak 248 buruh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, yaitu skala kinerja (Reliabilitas: 0,795); skala stres kerja (Reliabilitas: 0,844); dan skala persepsi lingkungan kerja (Reliabilitas: 0,806) dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan persepsi lingkungan kerja secara simultan memiliki hubungan signifikan dengan kinerja buruh (R = 0,664; p = 0,000). Secara parsial, stres kerja memiliki hubungan negatif signifikan dengan kinerja (r = -0,497; p = 0,000). Sementara persepsi lingkungan kerja memiliki hubungan positif signifikan dengan kinerja (r = 0,521; p = 0,000). Koefisien determinasi menunjukkan nilai R² = 0,441, yang berarti stres kerja dan persepsi lingkungan kerja dapat menjelaskan sebesar 44,1% variasi kinerja buruh. Sedangkan sumbangan efektif stres kerja 20,82% dan persepsi lingkungan kerja yaitu sebesar 23,32%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dan persepsi lingkungan kerja dengan kinerja buruh.