Pandemi coronavirus disease
2019 merupakan peristiwa global bersejarah yang menyumbang dampak signifikan
terhadap mobilitas dan dinamika dunia internasional, tak terkecuali di kawasan
benua Antartika. Sejak kasus pertamanya muncul di pangkalan stasiun penelitian
Chile pada akhir tahun 2020, semua kegiatan berbasis penelitian ilmiah oleh
negara - negara anggota Antarctic Treaty System 1959 dihentikan
sementara, dan ditarik mundur ke negara asalnya. Hal ini tidak berlaku dengan Tiongkok,
pandemi COVID-19 justru menjadi titik balik Tiongkok dalam kegiatannya di
Antartika. Selama tahun 2020 - 2022 Tiongkok telah meningkatkan kegiatanya di
Antartika yang mana dalam penelitian ini dianalisis menggunakan konsep national
interest dan menggunakan pendekatan rational interest sebagai
penunjang analisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai national
interest yang ingin dicapai Tiongkok di Antartika selama periode 2020 -
2022 adalah karena kawasan tersebut memiliki nilai strategis yang tinggi bagi
kepentingan nasional jangka panjang. Ketiadaan partisipasi negara lain di
Antartika dan keputusan untuk bertahan di antartika adalah sebagai upaya
strategi dengan menunjukkan kapasitas Tiongkok sebagai negara yang konsisten
mempertahankan kepentingan global meskipun menghadapi tekanan dari COVID-19.
Kebijakan Tiongkok di Antartika pada periode 2020 – 2022 merupakan manifestasi
dari upaya mencapai kepentingan nasional yang bersifat multidimensional melalui
pengambilan keputusan yang rasional. Dengan bekal seperti itu, maka Tiongkok
dapat mengamankan kepentingan kedudukan geopolitik di masa depannya apabila
Protokol Madrid nanti habis masa berlakunya pada tahun 2048. Dalam melakukan
penelitian kali ini, penulis menggunakan metode penelitian deduktif kualitatif
dan studi literatur.