Layanan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi swasta
menghadapi berbagai tantangan. Sehingga dengan kondisi tersebut, efikasi diri
pengelola menjadi faktor penting yang memengaruhi keyakinan mereka dalam
menjalankan peran dan tanggung jawab selama penyelenggaraan layanan kesehatan
mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efikasi diri
pengelola serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri
pengelola layanan kesehatan mental mahasiswa di Universitas Setia Budi. Subjek
penelitian terdiri dari empat pengelola layanan, dengan tiga pengelola layanan
tingkat universitas (psikolog, staf, dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni)
serta satu pengelola layanan tingkat Fakultas Psikologi yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi
terstruktur, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis
menggunakan analisis tematik induktif, kemudian diinterpretasikan menggunakan
teori efikasi diri Bandura, dengan tujuh aspek University-Based Mental Health
Services (UBMHS) sebagai konteks pelaksanaan layanan. Keabsahan data
diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa efikasi diri pengelola ditunjukkan melalui keyakinan dalam menjalankan
peran, koordinasi, menghadapi hambatan, serta mempertahankan pelaksanaan
layanan di tengah keterbatasan yang ada. Efikasi diri pengelola berkembang secara
berbeda sesuai dengan pengalaman, tanggung jawab, dan konteks tugas masing
masing. Faktor yang memengaruhi efikasi diri meliputi mastery experience, verbal
persuasion, serta physiological and affective states, dengan mastery experience
sebagai sumber yang paling dominan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi
diri pengelola berkembang melalui pengalaman langsung dalam menjalankan
layanan, dipengaruhi oleh dukungan yang diterima serta kondisi organisasi, dan
berperan dalam mempertahankan pelaksanaan layanan kesehatan mental
mahasiswa di tengah berbagai keterbatasan.