Penelitian ini
dilatar belakangi oleh belum optimalnya penanaman nilai kearifan lokal gotong
royong pada peserta didik di SD Negeri Kratonan No. 3 Surakarta yang
ditunjukkan oleh rendahnya partisipasi dalam kerja kelompok, kecenderungan
bekerja secara individual, dan kurangnya inisiatif membantu sesama. Penelitian
ini bertujuan mendeskripsikan cara penanaman, pelaksanaan, serta faktor
penghambat dan pendukung penanaman nilai kearifan lokal gotong royong dalam
pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri Kratonan No. 3 Surakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi
kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap
kepala sekolah, guru kelas III dan V, serta peserta didik kelas III dan V.
Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis
data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai gotong royong dilaksanakan
melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru mengintegrasikan
nilai gotong royong dalam modul ajar melalui tujuan, materi, model, dan metode
pembelajaran kolaboratif. Pelaksanaannya diwujudkan melalui diskusi kelompok,
presentasi, kerja proyek, dan pembiasaan gotong royong di lingkungan sekolah
yang menumbuhkan sikap saling membantu, kepedulian, dan berbagi. Faktor
pendukung meliputi komitmen guru, dukungan kebijakan sekolah, dan antusiasme
peserta didik, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta
didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum meratanya internalisasi nilai
gotong royong.