Keberhasilan pelaksanaan Program
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan
fasilitas literasi, tetapi juga oleh persepsi guru sebagai pelaksana program.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan Program Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) di SDN Nayu Barat 1; (2) motivasi membaca peserta didik
kelas IVB; dan (3) persepsi guru terhadap pelaksanaan Program Gerakan Literasi
Sekolah (GLS) dalam menanamkan motivasi membaca peserta didik kelas IVB.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 8 guru, dan peserta didik
kelas IVB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan angket terbuka. Analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) telah dilaksanakan melalui tahap pembiasaan,
pengembangan, dan pembelajaran, namun belum berjalan secara optimal karena
masih terdapat keterbatasan koleksi bacaan, pengelolaan dan pemanfaatan
fasilitas literasi yang belum maksimal, keterlibatan peserta didik yang belum
merata, serta konsistensi pelaksanaan program yang masih beragam. Motivasi
membaca peserta didik menunjukkan kondisi yang beragam, ditandai dengan adanya
ketertarikan membaca, keterlibatan dalam kegiatan literasi, pemahaman manfaat
membaca, serta masih ditemukannya hambatan dan kecemasan membaca. Persepsi guru
terhadap pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam menanamkan
motivasi membaca peserta didik secara umum tergolong positif. Berdasarkan hasil
penelitian, 1 kepala sekolah dan 6 guru memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan
GLS, sedangkan 2 guru memiliki persepsi yang cukup positif. Persepsi tersebut
tercermin pada aspek penerimaan, pemahaman, dan penilaian terhadap pelaksanaan
program. Guru memandang bahwa GLS berperan dalam menanamkan motivasi membaca
peserta didik meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru yang positif mendukung pelaksanaan
Program Gerakan Literasi Sekolah dalam menanamkan motivasi membaca peserta
didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam
mengoptimalkan pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah untuk mendukung
penguatan budaya literasi dan motivasi membaca peserta didik.