Lathifa Tia Anggraeni. K7122177. Pembimbing Dr. Dewi Indrapangastuti,M.Pd. PENERAPAN
MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
(CTL) DENGAN MEDIA FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR IPAS MATERI BENTANG ALAM SISWA KELAS IV. Skripsi.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli
2026. Tujuan
Penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah
model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan media flashcard
untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi bentang alam
siswa kelas IV; (2) meningkatkan hasil belajar IPAS materi bentang
alam siswa kelas IV melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning
(CTL) dengan media flashcard; dan (3) mendeskripsikan kendala dan
solusi yang dihadapi dalam penerapan model Contextual Teaching and Learning
(CTL) dengan media flashcard untuk meningkatkan hasil belajar IPAS
materi bentang alam siswa kelas IV. Penelitian ini
merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan selama
tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2
Pejagoan yang berjumlah 21 siswa. Data
yang digunakan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi, wawancara dan tes. Validitas data menggunakan
triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini
adalah sebagai berikut: (1) langkah-langkah penerapan model Contextual
Teaching and Learning (CTL) dengan media flashcard yaitu: (a) konstruktivisme dengan media flashcard, (b) inkuiri dengan
media flashcard, (c) tanya jawab, (d) pembentukan kelompok belajar, (e)
pemodelan dengan media flashcard, (f) refleksi, dan (g) penilaian hasil
belajar, (2) penerapan model Contextual Teaching
and Learning (CTL) dengan media flashcard
dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi bentang alam siswa kelas IV SD
Negeri 2 Pejagoan tahun ajaran 2025/2026 pada siklus I=67%, siklus II= 88%, dan
siklus III= 100%, (3) kendala pada penelitian ini antara lain: (a) guru belum
sepenuhnya mampu mengondisikan kelas agar seluruh
siswa fokus, (b) sebagian siswa
masih kurang percaya diri dan pasif selama
proses pembelajaran, (c) siswa kurang
berani dalam mengajukan pertanyaan secara mandiri; solusi pada penelitian ini
yaitu: (a) guru
menerapkan pengelolaan kelas yang lebih baik
agar seluruh siswa dapat terlibat dan
fokus selama pembelajaran (b) siswa dengan bimbingan guru
perlu membiasakan diri untuk lebih percaya
diri dan berani berpartisipasi aktif, (c) siswa
dengan bimbingan guru diberikan dorongan dan
apresiasi agar terbiasa dan lebih aktif
serta berani menyampaikan pertanyaan secara mandiri.