Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tahap pelaksanaan diferensiasi konten pada pembelajaran Bahasa Jawa materi Geguritan di kelas IV SD Negeri 2 Urutsewu, (2) tahap pelaksanaan diferensiasi proses pada pembelajaran Bahasa Jawa materi Geguritan di kelas IV SD Negeri 2 Urutsewu, (3) tahap pelaksanaan diferensiasi produk pada pembelajaran Bahasa Jawa materi Geguritan di kelas IV SD Negeri 2 Urutsewu, dan (4) tahap pelaksanaan diferensiasi lingkungan belajar pada pembelajaran Bahasa Jawa materi Geguritan di kelas IV SD Negeri 2 Urutsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari kegiatan pembelajaran, informan yang meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik, serta dokumen pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran Bahasa Jawa materi Geguritan di kelas IV SD Negeri 2 Urutsewu telah dilaksanakan melalui diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Diferensiasi konten dilakukan melalui asesmen diagnostik dan penyesuaian materi, sumber, serta media pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Diferensiasi proses diterapkan melalui pengelompokan fleksibel, variasi aktivitas belajar, tutor sebaya, umpan balik individual, dan refleksi. Diferensiasi produk dilakukan dengan memberikan pilihan hasil belajar berupa geguritan tertulis, poster, dan video pembacaan geguritan. Sementara itu, diferensiasi lingkungan belajar diwujudkan melalui penciptaan suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta penyediaan lingkungan dan sumber belajar yang mendukung keberagaman kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk, diferensiasi lingkungan belajar, Bahasa Jawa, geguritan