Penulis Utama : Wahyu Arum Cahyani
NIM / NIP : V4123087

Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki nilai potensi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional, pangan, serta industri. Perbanyakan kencur umumnya dilakukan secara vegetatif menggunakan rimpang karena tanaman ini sulit menghasilkan biji. Namun, penggunaan rimpang sebagai bahan tanam masih menjadi kendala dalam budidaya karena rimpang merupakan bagian utama tanaman yang dimanfaatkan untuk konsumsi dan industri, sehingga dapat mengurangi ketersediaan bahan produksi. Oleh karena itu, diperlukan teknik pembibitan yang tepat untuk menghasilkan bibit kencur yang mampu mendukung ketersediaan bahan tanam. Penggunaan pupuk kotoran hewan dapat memperbaiki kualitas media tanam dan menyediakan unsur hara secara bertahap, sedangkan pemberian hormon auksin berperan dalam merangsang pembentukan akar dan pertumbuhan awal tanaman. Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari komposisi pupuk kotoran hewan dan hormon auksin yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kencur serta menganalisis kelayakan usahatani pembibitannya. Penelitian dilaksanakan di Tanon Kidul, RT 04/RW 04 Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Februari–April 2026. Bahan tanam yang digunakan berupa rimpang kencur yang memiliki mata tunas sehat. Aplikasi terdiri atas dua jenis komposisi media tanam, yaitu campuran sekam dan pupuk kotoran sapi (1:1) serta sekam dan pupuk kotoran kambing (1:1),, serta tiga taraf hormon auksin IAA, yaitu 0 ppm, 10 ppm, dan 20 ppm. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, dan kondisi akhir akar. Analisis usahatani meliputi biaya tetap, biaya variabel, biaya total, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, B/C ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam sekam dan pupuk kotoran sapi (1:1) dengan penambahan auksin IAA 1 ppm merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit kencur, yang ditunjukkan oleh persentase tumbuh tinggi dan stabil, tinggi tanaman tertinggi sebesar 11,3 cm, serta perkembangan daun yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Sementara itu, berdasarkan analisis usahatani, perlakuan pupuk kotoran kambing tanpa auksin merupakan alternatif yang paling layak secara ekonomi karena menghasilkan keuntungan sebesar Rp46.392, nilai R/C ratio sebesar 1,14, nilai B/C ratio sebesar 0,15, serta BEP produksi terendah sebesar 34,85 polybag, sehingga lebih cepat mencapai titik impas dibandingkan perlakuan lainnya.

×
Penulis Utama : Wahyu Arum Cahyani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : V4123087
Tahun : 2026
Judul : PEMBIBITAN DAN PERHITUNGAN USAHATANI KENCUR (Kaempferia galanga L.) DENGAN APLIKASI PUPUK KOTORAN HEWAN DAN HORMON AUKSIN
Edisi :
Imprint : Surakarta - Sekolah Vokasi - 2026
Program Studi : D-3 Agribisnis
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Analisis usahatani, Auksin, Kencur, Pembibitan, Pupuk kotoran kambing, Pupuk kotoran sapi
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Desy Setyaningrum, S.P., M.P.
2. Dewi Nawang Suprihatin, S.P., M.P.
Penguji : 1. Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Vokasi
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.