Kunyit
(Curcuma longa L.) merupakan tanaman rempah yang banyak dimanfaatkan
sebagai bahan baku obat tradisional, bumbu masakan, dan industri. Produksi
kunyit semakin menurun dan permintaan yang besar perlu peningkatan produksi. Salah
satu kendala dalam budidaya yaitu pengadaan bibit kunyit yang berkualitas. Keberhasilan
pembibitan dipengaruhi oleh kualitas bahan tanam, lingkungan, dan media tanam. Penggunaan
zat pengatur tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan kunyit. Kegiatan ini
dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan analisis usahatani kunyit menggunakan
pupuk kotoran hewan dan dosis hormon auksin. Kegiatan dilaksanakan di Tanon
Kidul, RT 04/RW 04 Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa
Tengah pada bulan Februari hingga Mei 2026 menggunakan dua komposisi media
tanam, yaitu sekam bakar dan pupuk kotoran sapi (1:1), sekam bakar dan pupuk
kotoran kambing (1:1), yang dikombinasikan dengan tiga dosis auksin, yaitu 0
ml/L, 1 ml/L, dan 2 ml/L. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tumbuh,
tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun, sedangkan analisis usahatani
meliputi biaya variabel, biaya tetap, biaya total, penerimaan, keuntungan, R/C
ratio, B/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Kegiatan ini menunjukkan
bahwa setiap aplikasi memberikan hasil pertumbuhan yang berbeda. Komposisi
sekam bakar dan pupuk kotoran sapi dengan auksin 2 ml/L memberikan hasil
terbaik dengan persentase tumbuh 60%, tinggi tanaman 32,9 cm, jumlah daun 6,
lebar daun 7,2 cm, menghasilkan keuntungan tertinggi sebesar Rp88.992. Aplikasi
tersebut juga memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,70 dan B/C ratio sebesar 0,70
sehingga menjadi aplikasi yang paling layak untuk diusahakan dibandingkan
aplikasi lainnya. Komposisi sekam bakar dan pupuk kotoran kambing dengan auksin
1 ml/L dan 2 ml/L menghasilkan persentase tumbuh yang lebih rendah sehingga
jumlah bibit yang layak jual lebih sedikit dan kedua aplikasi tersebut
mengalami kerugian. Terdapat hubungan antara komposisi media tanam dan dosis
auksin dengan pertumbuhan bibit kunyit dan kelayakan usahatani. Aplikasi yang
memberikan hasil terbaik adalah kombinasi sekam bakar, pupuk kotoran sapi, dan
auksin 2 mL/L.