Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok
teknik permainan simulasi “Decision Journey Game” untuk meningkatkan
autonomy pada siswa kelas X SMA Islam 1 Surakarta. Pendekatan yang digunakan
adalah kuantitatif metode eksperimen dengan one group pretest posttest design.
Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Islam 1 Surakarta yang teridentifikasi
autonomy rendah berjumlah 9 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala autonomy yang
dikembangkan peneliti berdasarkan teori psychological well-being Ryff. Instrumen
penelitian telah melalui uji validitas isi oleh dua ahli dengan nilai S-CVI sebesar
0,979, uji validitas konstruk pada 35 siswa menggunakan uji Pearson Product
Moment yang menunjukkan nilai r hitung melebihi r tabel (0,334), serta uji
reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan koefisien sebesar 0,802
sehingga dinyatakan valid dan reliabel. Treatment diberikan sebanyak dua kali
pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan untuk mencapai indikator kemampuan
mengarahkan diri dan mandiri, serta kemampuan mengelola diri dari tekanan sosial
untuk berpikir dan berperilaku dengan cara yang benar. Pertemuan kedua
difokuskan untuk mencapai indikator kemampuan mengelola perilaku
menggunakan aturan dalam diri, dan kemampuan mengevaluasi diri dengan standar
pribadi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan perubahan dominasi kategori
autonomy siswa dari kategori rendah dan sangat rendah menjadi kategori tinggi dan
sangat tinggi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi
sebesar 0,007 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang artinya
bimbingan kelompok teknik permainan simulasi “Decision Journey Game” efektif
meningkatkan autonomy pada siswa kelas X SMA Islam 1 Surakarta. Implikasi
penelitian bagi guru bimbingan dan konseling adalah dapat mengintegrasikan
teknik permainan simulasi “Decision Journey Game” sebagai alternatif dalam
pemberian strategi bimbingan kelompok. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini
dapat menjadi rujukan untuk mengembangkan penelitian dengan subjek dan desain
yang berbeda.