Lidah
kucing merupakan salah satu jenis kue kering berbentuk panjang dan tipis yang
memiliki rasa manis dan gurih, serta tekstur renyah sehingga banyak digemari
oleh berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini mengkaji pembuatan lidah
kucing substitusi tepung pisang kepok dengan perisa alami bubuk kayu manis.
Tepung pisang kepok dimanfaatkan sebagai bahan lokal untuk menggantikan
sebagian tepung terigu, sedangkan bubuk kayu manis digunakan untuk memberikan
cita rasa dan aroma yang khas pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji proses produksi, menentukan formula terbaik berdasarkan hasil uji
sensoris, menganalisis karakteristik kimia pada formula terpilih, serta
mengevaluasi kelayakan usaha produk. Proses pembuatan produk ini meliputi
penimbangan bahan, pencampuran margarin dan gula halus, penambahan telur,
pencampuran bahan kering, pencetakan, pemanggangan, pendinginan, dan
pengemasan. Penelitian dilakukan menggunakan tiga formulasi substitusi tepung
pisang kepok terhadap tepung terigu, yaitu F1 (20:80), F2 (35:65), dan F3
(50:50). Berdasarkan metode De Garmo dan uji sensori yang telah dilakukan, formula
terbaik adalah F2 dengan substitusi tepung pisang kepok sebesar 35%.
Karakteristik kimia produk meliputi kadar air 5,30±0,36%, kadar abu 0,74±0,21%,
kadar lemak 23,20±0,05%, kadar protein 6,38±0,07%, kadar karbohidrat 64,38±0,19%,
dan kadar serat pangan total 2,25±0,04%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan
bahwa produk layak untuk dijalankan dengan harga jual Rp28.000 per kemasan, B/C
ratio sebesar 1,50, NPV sebesar Rp252.821.790 dan IRR sebesar 185%.