Persaingan yang ketat di dunia e-commerce serta tingginya risiko
salah ukuran atau bahan pada produk fashion sering kali membuat konsumen
ragu untuk berbelanja online. Situasi ini membuat Generasi Z yang
terbiasa dengan teknologi cenderung mencari kepastian lewat ulasan digital
sebelum memutuskan membeli suatu produk. Penelitian menguji bagaimana peran trust
menjembatani dampak e-WOM dan customer review terhadap online
purchase intention produk fashion di Shopee. Teori yang melandasi
riset ini adalah Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non-probability sampling
melalui metode purposive sampling pada kriteria Generasi Z, di mana data
akhir mencakup 393 responden yang tersebar di sembilan kota di Indonesia. Penyebaran data dilakukan secara online melalui kuesioner, lalu
diolah menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics dan Partial Least
Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa customer review berpengaruh langsung dalam
meningkatkan trust serta online purchase intention. Namun
sebaliknya, e-WOM terbukti tidak berpengaruh langsung secara signifikan pada online
purchase intention. Pada uji mediasi, trust terbukti berfungsi
sebagai indirect-only mediation (mediasi penuh) untuk hubungan e-WOM,
dan menjadi complementary mediation (mediasi parsial) pada hubungan customer
review. Kesimpulannya, stimulus informasi umum di media sosial
(e-WOM) tidak bisa langsung membuat konsumen belanja, melainkan harus berhasil
membangun rasa percaya (trust) terlebih dahulu sebelum meningkatkan online
purchase intention Generasi Z di platform Shopee.