| Penulis Utama | : | Febri Pratomo Ramadhan Wijaya |
| NIM / NIP | : | S112302005 |
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan dalam pola interaksi masyarakat, salah satunya melalui media sosial Instagram. Instagram tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi publik yang memungkinkan pengguna menyampaikan opini, kritik, maupun ekspresi emosional melalui kolom komentar. Namun, kebebasan berkomunikasi di ruang digital juga memunculkan berbagai bentuk penggunaan bahasa ofensif, seperti makian, penghinaan, dan pelecehan terhadap figur publik. Ujaran-ujaran tersebut tidak hanya menunjukkan ekspresi negatif penutur, tetapi juga dapat merepresentasikan relasi kuasa, stereotip gender, serta berpotensi memiliki konsekuensi sosial dan hukum. Oleh karena itu, penelitian berjudul “Makian pada Akun Instagram Figur Publik: Kajian Linguistik Forensik” ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana bahasa digunakan sebagai bentuk serangan verbal dalam ruang komunikasi digital.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur transitivitas pada makian yang terdapat dalam kolom komentar Instagram figur publik, (2) menjelaskan perbedaan penggunaan ujaran makian berdasarkan gender pelaku komentar, serta (3) menganalisis bentuk makian yang berpotensi melanggar hukum dan ketentuan peraturan yang dapat dikenakan terhadap pelaku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik forensik. Sumber data penelitian berupa komentar warganet pada akun Instagram figur publik yang mengandung unsur makian. Data dianalisis menggunakan teori Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), khususnya sistem transitivitas Halliday dan Matthiessen, yang meliputi analisis proses, partisipan, dan sirkumstan untuk mengungkap bagaimana bahasa merepresentasikan pengalaman, tindakan, serta hubungan sosial. Selain itu, analisis linguistik forensik digunakan untuk mengkaji makna ujaran, konteks penggunaan bahasa, serta keterkaitannya dengan aspek hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makian dalam kolom komentar Instagram direalisasikan melalui berbagai proses transitivitas, dengan proses relasional atributif menjadi bentuk yang dominan dalam memberikan label atau atribut negatif terhadap figur publik sebagai sasaran ujaran. Penggunaan bahasa tersebut menunjukkan bahwa makian tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi emosi, seperti kemarahan atau ketidaksenangan, tetapi juga sebagai sarana membangun representasi negatif, memperkuat stereotip gender, dan menunjukkan relasi kuasa antara penutur dan sasaran ujaran. Berdasarkan perspektif linguistik forensik, sebagian ujaran yang dianalisis memiliki potensi berkaitan dengan bentuk penghinaan, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan pelecehan verbal sesuai dengan konteks penggunaan serta dampak yang ditimbulkannya.
| Penulis Utama | : | Febri Pratomo Ramadhan Wijaya |
| Penulis Tambahan | : | - |
| NIM / NIP | : | S112302005 |
| Tahun | : | 2026 |
| Judul | : | MAKIAN PADA AKUN INSTAGRAM PUBLIK FIGUR: KAJIAN LINGUSTIK FORENSIK |
| Edisi | : | |
| Imprint | : | Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2026 |
| Program Studi | : | S-2 Linguistik (Deskriptif) |
| Kolasi | : | |
| Sumber | : | |
| Kata Kunci | : | gender, instagram, linguistik forensik, makian, transitivitas |
| Jenis Dokumen | : | Tesis |
| ISSN | : | |
| ISBN | : | |
| Link DOI / Jurnal | : | - |
| Status | : | Public |
| Pembimbing | : |
1. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. 2. Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A. |
| Penguji | : |
1. Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. 2. Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A. |
| Catatan Umum | : | |
| Fakultas | : | Fak. Ilmu Budaya |
| Halaman Awal | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
|---|---|---|
| Halaman Cover | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB I | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB II | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB III | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB IV | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB V | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB Tambahan | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Daftar Pustaka | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Lampiran | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |