Urbanisasi di Indonesia telah meningkatkan kebutuhan akan hunian yang layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program perumahan bersubsidi dihadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, namun sering kali dibangun dengan kualitas lingkungan yang kurang memadai, seperti lokasi yang jauh dari transportasi umum dan penataan infrastruktur yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konsep livability (kelayakhunian) pada perumahan bersubsidi di Kota Madiun dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan penelitian ini meliputi: mengidentifikasi karakteristik dan standar perumahan berdasarkan konsep livability, menganalisis tingkat livability pada masing-masing perumahan, serta membandingkan tingkat livability antara dua perumahan bersubsidi terpilih, yaitu Perumahan Griya Ardhya Garini di Kecamatan Jiwan dan Perumahan Griya Sejahtera Park Mojopurno di Kecamatan Wungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode deskriptif kuantitatif melalui teknik analisis skoring skala Likert (1-3) pada lima variabel, yaitu kondisi fisik bangunan, sistem utilitas, aksesibilitas, interaksi sosial, dan kondisi ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumahan Griya Ardhya Garini memperoleh tingkat kesesuaian livability sebesar 83,3%, dengan keunggulan pada sistem utilitas dan keamanan lingkungan, sementara Perumahan Griya Sejahtera Park Mojopurno memperoleh tingkat kesesuaian livability sebesar 88,9%, dengan keunggulan pada aksesibilitas terhadap fasilitas umum dan kedekatan dengan tempat kerja. Kedua perumahan tersebut termasuk dalam klasifikasi livability sangat tinggi, meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan pada aksesibilitas terhadap fasilitas pendidikan dan transportasi umum, khususnya bagi perumahan yang lokasinya relatif jauh dari pusat kota.