Tingginya kemalasan sosial pada siswa kelas
VIII di MTs N 3 Purworejo ditandai dengan penurunan usaha yang berkaitan dengan
kurangnya motivasi dan kurangnya jarak kedekatan psikis ataupun fisik antar
anggota kelompok. Hal ini menyebabkan munculnya perilaku kemalasan sosial
berupa menumpang hasil kerja anggota lain, menarik
diri dari kelompok, serta menghindari tugas kelompok. Penelitian ini
bertujuan menguji efektivitas konseling kelompok rational emotive behavior therapy untuk mengatasi
kemalasan sosial siswa kelas VIII di MTs N 3 Purworejo. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain pre-test
post-test pada dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Subjek penelitian yakni siswa kelas VIII E, F, G, dan H berjumlah 14 siswa,
dipilih melalui teknik sampling purposive yang dibagi menjadi 2 yakni 7
siswa dalam kelompok eksperimen dan 7 siswa dalam kelompok kontrol. Teknik
pengumpulan data mengggunakan instrumen self-report kemalasan sosial
yang dikembangkan oleh peneliti dan telah diuji validitas serta
reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan gain score dan uji Mann–Whitney.
Rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen yakni sebesar 85,41 menurun
menjadi 51,00 pada skor post-test dengan rata-rata gain
score sebesar 34,14. Sedangkan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol sebesar
81,43 menurun menjadi 64,57 pada skor post-test dengan rata-rata gain score sebesar
16,86. Sehingga rata-rata selisih skor penurunan kemalasan sosial
kelompok eksperimen lebih besar senilai 17,28 dari kelompok kontrol. Hasil uji Mann–Whitney
menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,003 (<0,005) yang
berarti hipotesis (Ha) diterima, sehingga konseling kelompok rational
emotive behavior therapy efektif untuk mengatasi kemalasan sosial siswa
kelas VIII di MTs N 3 Purworejo. Saran bagi guru BK dapat
menerapkan layanan konseling kelompok rational emotive behavior therapy yang
sesuai dengan buku panduan eksperimen untuk
mengatasi kemalasan sosial siswa. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan
penelitian lebih lanjut dengan cakupan subjek yang lebih luas, metode yang
lebih baik, atau mengombinasikan teknik maupun media tambahan guna menurunkan
tingkat kemalasan sosial siswa.