Pemakaian pupuk kimia secara berlebihan dan dalam jangka panjang berpotensi
menurunkan kesuburan tanah yang nantinya dapat berdampak pada produksi tanaman.
Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan pupuk
hayati berupa biofilm biofertilizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi
biofilm biofertilizer dari lereng barat Gunung Lawu dan mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik dalam meningkatkan kadar N, P, K tanah Andisol serta pertumbuhan
pakcoy. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6
taraf perlakuan yaitu K (kontrol/tanpa biofilm biofertilizer + tanpa pupuk kimia NPK), A
(tanpa biofilm biofertilizer + 100% pupuk kimia NPK), B (25% biofilm biofertilizer +
75% pupuk kimia NPK), C (50% biofilm biofertilizer + 50% pupuk kimia NPK), D (75%
biofilm biofertilizer + 25% pupuk kimia NPK), dan E (100% biofilm biofertilizer + tanpa
pupuk kimia NPK) dengan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan.
Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan B (25% biofilm biofertilizer + 75% pupuk kimia
NPK) memberikan hasil tertinggi pada KTK (87,74% lebih tinggi), N-Total (34,38%
lebih tinggi), K-tersedia (42,86% lebih tinggi), lebar daun (161,82% lebih tinggi), berat
segar tanaman (37 kali lebih tinggi), dan berat kering tanaman (23 kali lebih tinggi)
dibanding kontrol. Perlakuan E (100% biofilm biofertilizer + tanpa pupuk kimia NPK)
memberikan hasil tertinggi pada P-Tersedia (116,67% lebih tinggi), populasi bakteri
(25,94% lebih tinggi), serta populasi jamur (42,13% lebih tinggi) dibanding kontrol.
Perlakuan E (100% biofilm biofertilizer + tanpa pupuk kimia NPK) juga dapat
menurunkan pH H2O tanah sebesar 9,68% lebih rendah dibanding kontrol. Peningkatan
tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi terdapat pada perlakuan A (tanpa biofilm
biofertilizer + 100% pupuk kimia NPK) berturut-turut sebesar 315,29?n 213,64%
lebih tinggi dibanding kontrol. Perlakuan B (25% biofilm biofertilizer + 75% pupuk kimia
NPK) memberikan pengaruh paling baik pada parameter KTK, N-Total, K-Tersedia,
lebar daun, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Perlakuan E (100% biofilm
biofertilizer + tanpa pupuk kimia NPK) juga memberikan hasil yang relatif baik setelah
perlakuan B (25% biofilm biofertilizer + 75% pupuk kimia NPK) pada parameter P-Tersedia, populasi bakteri, dan populasi jamur.