Penulis Utama : Calvin Mahardika
NIM / NIP : H0220018

Permasalahan sampah organik di Kota Surakarta semakin serius, terutama dengan tingginya kepadatan penduduk. Sampah organik, yang mencapai 70,34?ri total sampah kota, menumpuk di TPA Putri Cempo dan hanya ditangani melalui sistem open dumping, yang berpotensi menghasilkan gas metana, bau busuk, dan sumber penyakit. Untuk mengatasi masalah ini, pengomposan menjadi alternatif pengelolaan yang efektif. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan pemanfaatan bioaktivator, seperti EM4 (komersial) dan bioaktivator buatan seperti Mikroorganisme Lokal (MOL), Biofilm Biofertilizer (BFBF), dan ecoenzim. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kualitas kompos yang dihasilkan menggunakan berbagai macam bioaktivator dan menganalisis kecepatan proses pengomposan menggunakan berbagai bioaktivator berdasarkan nilai rasio C/N. Pengomposan dilakukan di dalam ember yang diberi lubang. Bahan kompos berasal dari 3 sumber sampah organik yaitu sampah industri PT Lombok Gandaria, sampah TPA Putri Cempo dan sampah kampus UNS. Bioaktivator yang digunakan untuk pengomposan ada 6 diantaranya EM4, MOL sampah industri, MOL sampah TPA, MOL sampah kampus, Biofilm Biofertilizer (BFBF), dan ecoenzim. Dilakukan penyiapan bioaktivator kemudian dilanjutkan pengomposan selama 60 hari. Analisis parameter kompos di laboratorium kemudian datanya dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA tingkat kepercayaan 95%, jika menujukkan perbedaan nyata (p<0> Penggunan bioaktivator MOL sampah TPA + sampah TPA menghasilkan C-organik terendah sebesar 26,41%, sementara N-total tertinggi dicapai dengan perlakuan MOL sampah TPA + sampah industri yaitu sebesar 4,65%. Perlakuan ecoenzim + sampah industri menghasilkan P total tertinggi sebesar 0,187?n perlakuan MOL sampah TPA + sampah TPA menghasilkan nilai K-total tertinggi yaitu sebesar 4,11%. Rasio C/N terendah dan persentase penurunan tertinggi tercapai dengan penggunaan MOL sampah TPA + sampah industri dengan penurunan rasio C/N dari 27,95 menjadi 6,05 atau sebesar 78,35%. Bioaktivator paling efektif yaitu MOL sampah TPA karena dapat mempercepat penurunan nilai rasio C/N. Berdasarkan standar mutu Kepmentan 261/2019, hampir semua perlakuan memenuhi kriteria kecuali pada perlakuan sampah TPA + EM4 dan sampah TPA + MOL sampah kampus karena nilai rasio C/N masih tergolong tinggi.

×
Penulis Utama : Calvin Mahardika
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0220018
Tahun : 2025
Judul : Potensi Mikroorganisme Lokal (MOL), Biofilm Biofertilizer (BFBF), Ecoenzim dan EM4 sebagai Pendekomposisi Sampah Organik
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2025
Program Studi : S-1 Ilmu Tanah
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Pengomposan, Bioaktivator, Mikroorganisme Lokal (MOL), Rasio C/N, Sampah organik
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. M.M.A. Retno Rosariastuti, M.Si.
2. Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.P.
Penguji : 1. Prof. Dr. Ir. Purwanto, M.S.
Catatan Umum : tidak ada DOI/DOI Invalid
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.