Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome
(CTS) terjadi ketika saraf medianus tertekan saat melewati pergelangan tangan,
yang menyebabkan gejala sensorik. Studi konduksi saraf merupakan alat
diagnostik yang objektif dan efektif, serta dianggap sebagai standar emas dalam
menegakkan diagnosis CTS. Namun, karena keterbatasan akses terhadap pemeriksaan
elektrofisiologis, berbagai metode diagnostik alternatif telah dikembangkan.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai uji diagnostik dari hand
diagram dan tes Phalen terhadap pemeriksaan elektrofisiologis sebagai
standar emas.Metode: Penelitian cross sectional ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga
Februari 2025 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi. Populasi target adalah
pasien CTS yang diperiksa di poliklinik rawat jalan bagian Neurologi. Metode
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil: Sebanyak 76 tangan dari 38
subjek penelitian dianalisis. Nilai sensitivitas, spesifitas,
nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, akurasi, dan koefisien kappa
untuk hand diagram adalah: 87,5%; 67,68%; 85,71%; 76%; 77,68%; 0,616
(p=0,000). Untuk tes Phalen, nilai-nilai tersebut adalah: 86,27%; 88%; 93,62%; 70,97%;
87,14%; 0,714 (p=0,000). Analisis kurva ROC (Receiver Operating
Characteristic) menunjukkan AUC (Area
Under the Curve) sebesar 0,811 untuk hand diagram 0,871 untuk
tes Phalen.
Simpulan: Hand diagram menunjukkan nilai sensitivitas
dan nilai prediksi negatif yang lebih tinggi, sehingga berpotensi digunakan
sebagai alat skrining. Sebaliknya, tes Phalen memiliki nilai spesifisitas,
nilai prediksi positif, akurasi, dan koefisien kappa yang lebih tinggi, sehingga
lebih sesuai digunakan sebagai alat konfirmasi diagnosis ketika studi
elektrofisiologis tidak tersedia