Usahatani cabai perlu memperoleh bimbingan teknis
untuk meningkatkan produktivitasnya, hal ini terjadi karena usahatani cabai
rentan terhadap serangan hama, kerusakan sehingga dapat menurunkan hasil
produksinya. Bimtek atau bimbingan teknis merupakan kegiatan penyuluhan terkait
hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Balai Besar Penerapan Standar
Intrumen Pertanian (BBPSIP) Bogor kepada para petani cabai di Kabupaten Soppeng
Sulawesi Selatan dengan tujuan untuk dapat memberikan pengetahuan yang nantinya
dapat diadopsi/diterapkan oleh petani pada pelaksanaan usaha taninya untuk
mendapatkan hasil panen yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk, (1)
menganalisis tingkat penerapan teknologi cabai pada petani milenial peserta
bimbingan teknis, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap
penerapan teknologi cabai pada petani milenial peserta bimbingan teknis, (3)
dan menganalisis pengaruh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerapan
teknologi cabai pada petani milenial peserta bimbingan teknis. Metode
penelitian menggunakan kuantitatif dimana pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis regresi linear
berganda yang dilakukan dengan program IBM SPSS statistic 23. Faktor-faktor
dibagi menjadi faktor internal dan eksternal, faktor internal terdiri dari
pendidikan normal, pendidikan nonformal, lama berusahatani, dan luas lahan,
sedangkan sedangkan faktor eksternal terdiri dari bimbingan teknis, sumber
informasi, dan sifat inovasi.(1) tingkat penerapan teknologi cabai pada petani
milenial peserta bimbingan teknis sangat tinggi (2) Penerapan teknologi cabai
sangat kuat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (3) Pengaruh faktor
internal dan eksternal terhadap tingkat penerapan teknologi cabai tersebut
signifikan hal ini mempengaruhi dari tingkat penerapan teknologi cabai pada
peserta yang mengikuti kegiatan bimtek yang diadakan oleh Balai Besar Penerapan
Standar Intrumen Pertanian (BBPSIP).