Penulis Utama : Vinda Maya Setianingrum
NIM / NIP : T202208009

Permasalahan kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi tantangan serius yang mengancam keamanan warga kampus, pimpinan perguruan tinggi, dan mitra kampus, serta mempengaruhi citra institusi pendidikan. Idealnya, proses penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi harus menjadi tempat yang nyaman, terdapat jaminan perlindungan, dan bebas dari unsur kekerasan seksual. Kekerasan seksual berdampak negatif bagi warga kampus dan reputasi institusi. Data menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual di kampus semakin meningkat, dengan pelaku yang berasal dari berbagai kalangan. Situasi ini semakin kompleks karena banyak kasus yang tidak dilaporkan akibat rasa takut korban untuk melapor, lemahnya sistem perlindungan, serta budaya akademik yang masih permisif terhadap kekerasan seksual. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah menetapkan Peraturan menteri pendidikan kebudayaan, riset, dan teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), yang mewajibkan setiap kampus membentuk satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (satgas PPKS). Permendikbudristek ini kemudian diubah menjadi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengelolaan komunikasi dalam pencegahan kekerasan seksual, bagaimana pengelolaan penanganan kekerasan seksual, dan bagaimana pengelolaan komunikasi krisis dalam menghadapi kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. Metode penelitian ini adalah studi kasus kategori multiple case study dengan lokus di tiga perguruan tinggi di Indonesia yang ditetapkan secara purposive yakni Universitas Andalas, Universitas Riau, dan Universitas Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap informan yang ditetapkan secara purposive, meliputi satgas PPKS, dosen, pegawai, mahasiswa, humas, serta menggunakan Social Network Analysis (SNA). Teknik analisis data menggunakan pattern matching dan validitas data menggunakan triangulasi.Penelitian ini menggunakan teori strukturasi dengan penekanan pada konsep Communicative Constitution of Organizations (CCO) model empat aliran (four flow) untuk mengkaji pengelolaan komunikasi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, serta menggunakan teori Rhetorical Arena Theory (RAT) untuk mengkaji bagaimana pengelolaan komunikasi krisis kekerasan seksual di perguruan tinggi. Konsep teori CCO berasumsi bahwa organisasi bukan sekadar entitas yang memiliki struktur tetap, tetapi  merupakan  hasil  dari praktik  komunikasi  yang  membentuk  dan mereproduksi organisasi secara berkelanjutan. Konsep ini relevan untuk memahami bagaimana komunikasi di antara anggota satgas PPKS dengan warga kampus untuk membentuk sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Dalam konsep utama model four flow, terdapat empat aliran komunikasi yang berperan dalam membangun organisasi, yaitu membership negotiation, self-structuring, activity coordination, dan institutional positioning. Sedangkan teori RAT memiliki dimensi multivokalitas, arena retoris para aktor, dan jaringan komunikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan komunikasi dalam pencegahan kekerasan seksual menggunakan strategi yang terstruktur. Perguruan tinggi bertanggung jawab memastikan warga kampus, pimpinan perguruan tinggi, dan mitra kampus untuk memahami kebijakan pencegahan kekerasan seksual dan mendapatkan edukasi yang memadai mengenai isu ini. Komunikasi memainkan peran utama dalam menyebarkan informasi terkait kebijakan, prosedur, dan program-program pencegahan, serta membangun kesadaran kolektif di kalangan warga kampus. Perguruan tinggi merancang inovasi program, melibatkan satgas dan berbagai unit, serta memanfaatkan berbagai saluran untuk memastikan bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual dapat dijalankan dengan optimal dan memberi dampak positif bagi seluruh komunitas kampus. Perguruan tinggi yang menerapkan komunikasi proaktif dengan berbagai pendekatan, seperti seminar, lokakarya, dan kampanye media sosial, lebih berhasil dalam meningkatkan kesadaran warga kampus tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual. Maka, perguruan tinggi yang masih bergantung pada komunikasi formal dan administratif akan menghadapi tantangan dalam menjangkau seluruh sivitas akademika secara efektif.Pengelolaan komunikasi dalam penanganan kekerasan seksual, perguruan tinggi memiliki variasi kebijakan. Kampus yang memiliki pengelolaan komunikasi yang baik, lebih mampu menangani kasus kekerasan seksual dengan pendekatan yang transparan dan sistematis. Peran satgas PPKS yang aktif dalam penanganan laporan kekerasan seksual, didukung koordinasi lintas unit serta kebijakan universitas, cenderung berhasil menyelesaikan laporan dengan baik. Dalam praktiknya, komunikasi antara satgas PPKS dengan pimpinan universitas menjadi aspek yang menentukan dalam menangani kasus secara profesional dan cepat. Institusi yang memiliki sistem pengelolaan komunikasi yang terstruktur, mampu merespons laporan kasus dengan pendekatan yang profesional dan berbasis keadilan bagi korban. Sementara itu dalam pengelolaan komunikasi krisis saat menghadapi kasus kekerasan seksual, perguruan tinggi yang memiliki kebijakan terbuka dalam menangani kekerasan seksual lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari publik. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi pengelolaan komunikasi krisis memiliki peran besar dalam menjaga reputasi perguruan tinggi. Dengan mempertimbangkan teori RAT, komunikasi krisis kekerasan seksual merupakan proses dinamis yang melibatkan banyak aktor dengan kepentingan berbeda. Dalam era digital di mana informasi menyebar dengan cepat dan melibatkan banyak suara, kampus yang menggunakan pendekatan RAT akan mampu memahami kompleksitas suara publik dengan baik. Hal tersebut menjadi kebaruan penelitian bahwa organisasi yang mengadopsi pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan fleksibel akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis. Hal ini memperkuat relevansi RAT dalam studi komunikasi kontemporer. Kontribusi dalam penelitian ini adalah pengembangan pengelolaan komunikasi dalam pencegahan, penanganan, dan komunikasi krisis, berbasis konsep teori CCO model four flow dan RAT dalam konteks kekerasan seksual di perguruan tinggi agar terbangun sistem komunikasi yang lebih transparan dan responsive, dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih aman.

×
Penulis Utama : Vinda Maya Setianingrum
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T202208009
Tahun : 2025
Judul : Pengelolaan Komunikasi dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2025
Program Studi : S-3 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Pengelolaan Komunikasi, Pencegahan, Penanganan, Kekerasan Seksual, Perguruan Tinggi, Krisis
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://doi.org/10.1080/1683478X.2026.2620001
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si.
2. Prof. Dra. Prahastiwi Utari, M.Si., Ph.D.
3. Dr. Andre N Rahmanto, M.Si.
Penguji : 1. Prof. Dr. Argyo Demartoto, M.Si.
2. Dr. Didik Gunawan Suharto, S.Sos., M.Si.
3. Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D.
Catatan Umum : tidak ada DOI/DOI Invalid
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.