Penulis Utama : Satuhu Waskita
NIM / NIP : H0221103

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi perangkat pendeteksi unsur hara berbasis Internet of Things (IOT) pada pertumbuhan dan hasil kedelai di tanah Vertisol. Salah satu tantangan dalam budidaya kedelai adalah efisiensi pemupukan yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman di lapangan. Teknologi IOT menawarkan solusi dengan memberikan rekomendasi pemupukan berbasis data real-time, sehingga memungkinkan penggunaan pupuk secara lebih efisien. Masalah utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan perangkat IOT dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai dibandingkan dengan metode pemupukan konvensional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan membandingkan lima perlakuan pemupukan, yaitu kontrol tanpa pupuk, metode petani-1, metode petani-2, pupuk berimbang, dan pemupukan berbasis rekomendasi perangkat IOT. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kebakkeramat, Kabupaten Karanganyar, pada lahan dengan tanah Vertisol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat kimia tanah awal, pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, jumlah ranting, jumlah daun, serta hasil tanaman yang mencakup berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat akar basah, berat kering akar, jumlah polong total, jumlah polong isi, berat polong, berat biji, dan berat 1000 biji. Dosis pemupukan pada PT 0 (Kontrol), PT 1 (Kontrol metode petani – 1) berjumlah 100kg/ha urea + 150 kg/ha SP36 + 150 Kg/ha KCL, PT2 (Kontrol metode petani-2) berjumlah 12 Kg/ha KCL +374 Kg/ha NPK, PT 3 (Pupuk berimbang) berjumlah 58 Kg/ha urea + 156 Kg/ha SP36 + 105Kg/ha KCL, dan PT4 dilakukan dalam tiga tahap berdasarkan rekomendasi dari perangkat IOT, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pembacaan sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan berbasis IOT memberikan hasil terbaik. Perlakuan dengan pupuk berimbang juga menunjukkan hasil yang baik, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan metode IOT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan teknologi IOT dalam sistem pertanian dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan hasil panen kedelai. Teknologi ini memungkinkan deteksi kebutuhan hara secara lebih presisi, sehingga mengurangi pemborosan pupuk serta meningkatkan produktivitas tanaman. Implementasi IOT dalam praktik pertanian berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tanah.

×
Penulis Utama : Satuhu Waskita
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0221103
Tahun : 2025
Judul : Uji Efektivitas Aplikasi Perangkat Pendeteksi Unsur Hara Berbasis IoT padaPertumbuhan dan Hasil Kedelai di Tanah Vertisol
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2025
Program Studi : S-1 Ilmu Tanah
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Tanaman Kedelai, Internet of Things, Pupuk Anorganik, Tanah Vertisol
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : http://
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Ongko Cahyono, M.Sc.
2. Prof. Dr. Ir. Suntoro, MS.
Penguji : 1. Ir. Dwi Priyo Ariyanto, S.P., M.Sc., Ph.D.
Catatan Umum : tidak ada DOI/DOI Invalid
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.