Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aplikasi perangkat
pendeteksi unsur hara berbasis Internet of Things (IOT) pada pertumbuhan dan hasil
kedelai di tanah Vertisol. Salah satu tantangan dalam budidaya kedelai adalah
efisiensi pemupukan yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman di
lapangan. Teknologi IOT menawarkan solusi dengan memberikan rekomendasi
pemupukan berbasis data real-time, sehingga memungkinkan penggunaan pupuk
secara lebih efisien.
Masalah utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan
perangkat IOT dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai dibandingkan
dengan metode pemupukan konvensional. Untuk menjawab permasalahan tersebut,
penelitian ini dilakukan dengan membandingkan lima perlakuan pemupukan, yaitu
kontrol tanpa pupuk, metode petani-1, metode petani-2, pupuk berimbang, dan
pemupukan berbasis rekomendasi perangkat IOT.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kebakkeramat, Kabupaten
Karanganyar, pada lahan dengan tanah Vertisol. Rancangan yang digunakan adalah
Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.
Parameter yang diamati meliputi sifat kimia tanah awal, pertumbuhan tanaman
seperti tinggi tanaman, jumlah ranting, jumlah daun, serta hasil tanaman yang
mencakup berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat akar basah, berat
kering akar, jumlah polong total, jumlah polong isi, berat polong, berat biji, dan
berat 1000 biji.
Dosis pemupukan pada PT 0 (Kontrol), PT 1 (Kontrol metode petani – 1)
berjumlah 100kg/ha urea + 150 kg/ha SP36 + 150 Kg/ha KCL, PT2 (Kontrol
metode petani-2) berjumlah 12 Kg/ha KCL +374 Kg/ha NPK, PT 3 (Pupuk
berimbang) berjumlah 58 Kg/ha urea + 156 Kg/ha SP36 + 105Kg/ha KCL, dan PT4
dilakukan dalam tiga tahap berdasarkan rekomendasi dari perangkat IOT, dengan
dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pembacaan sensor. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemupukan berbasis IOT memberikan hasil terbaik. Perlakuan
dengan pupuk berimbang juga menunjukkan hasil yang baik, namun masih lebih
rendah dibandingkan dengan metode IOT.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan teknologi IOT dalam
sistem pertanian dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan hasil panen kedelai.
Teknologi ini memungkinkan deteksi kebutuhan hara secara lebih presisi, sehingga
mengurangi pemborosan pupuk serta meningkatkan produktivitas tanaman.
Implementasi IOT dalam praktik pertanian berpotensi menjadi solusi berkelanjutan
untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tanah.