Kedelai adalah komoditas pangan utama setelah padi dan jagung. Kebutuhan
kedelai terus meningkat yang mendorong Indonesia untuk melakukan impor. Kedelai
impor dianggap berkualitas lebih baik, padahal varietas lokal seperti Grobogan
juga unggul. Permintaan yang tinggi ini juga terhambat karena berkurangnya
lahan pertanaman akibat alih fungsi lahan. Tanah Alfisol, yang belum berkembang
dan rendah hara perlu dilakukan upaya pemupukan. Pupuk Urea, SP36, dan KCl merupakan
pupuk yang sering digunakan petani, tetapi dosis yang diberikan terkadang tidak
sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga pemupukan yang dilakukan tidak efektif
dan tidak efisien. Diperlukan metode pemupukan yang tepat, seperti penggunaan teknologi
IoT berbasis sensor unsur hara untuk mengukur unsur hara yang dibutuhkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemupukan menggunakan
sensor unsur hara yang berbasis IoT terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman kedelai pada tanah alfisol. Penelitian dilaksanakan di Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan PT 0 (Kontrol), PT 1 (Metode Petani 1), PT 2 (Metode Petani
2), PT 3 (Pupuk Berimbang), dan PT 4 (Sensor IoT). Dilakukan analisis tanah
awal terlebih dahulu, sebelum pelaksanaan percobaan. Parameter yang diamati
yaitu pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Parameter
hasil tanaman kedelai yang diamati yaitu polong total, polong isi, berat
polong, jumlah biji, berat biji, berat 1000 biji, brangkasan basah, brangkasan
kering, kadar air biji, akar basah, dan akar kering. Analisis data menggunakan
uji F taraf 5?n untuk data normal, untuk membandingkan rerata antar
perlakuan menggunakan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
pemupukan berdasarkan IoT berbasis sensor unsur hara (PT 4) dengan dosis pupuk
awal tanam urea sebanyak 25 g/petak, SP36 27g/petak, dan KCL 40 g/petak, dan
dosis susulan 30 HST sesuai rekomendasi alat yaitu urea sebanyak 32,01 g/petak,
dan SP36 27,9 g/petak terbukti mampu meningkatkan semua parameter pertumbuhan
dan juga parameter hasil tanaman kedelai dibandingkan metode pemupukan
konvensional petani dan pemupukan berimbang. Rekomendasi pemupukan yang
diberikan melalui sensor unsur hara pada pemupukan susulan 30 HST terbukti
mampu memenuhi nutrisi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.