Penulis Utama : Anita Yulianti
NIM / NIP : H0221014

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi besar untuk diversifikasi pangan. Pengembangan tanaman kentang di Kecamatan Tawangmangu masih belum optimal meskipun ditinjau dari topografi dan jenis tanah, wilayah ini memiliki potensi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisik tanah dan kesesuaiannya untuk pengembangan tanaman kentang di Kecamatan Tawangmangu serta memberikan rekomendasi langkah langkah pengolahan tanah yang sesuai. Pelaksanaan penelitian di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil berdasarkan lima satuan peta lahan (SPL) yang ditentukan dari overlay peta kemiringan, jenis tanah, curah hujan, dan penggunaan lahan. Parameter yang diamati meliputi tekstur, porositas, permeabilitas, konsistensi tanah, kedalaman efektif tanah, bahan kasar, dan drainase tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah di Kecamatan Tawangmangu bervariasi, SPL 1 memiliki tekstur tanah Loam, SPL 2 dan 3 bertekstur Sandy Loam, SPL 4 bertekstur Clay Loam , dan SPL 5 bertekstur Sandy Clay Loam. Kandungan fraksi pasir dominan pada semua SPL (>40%), dengan kriteria porositas kurang baik hingga baik, dan permeabilitas tanah berada pada kategori sedang hingga agak cepat. Konsistensi tanah termasuk plastis sedang, dengan nilai tertinggi ditemukan pada SPL 4 yang bertekstur Clay, dan nilai terendah pada SPL 2 yang bertekstur Sandy Clay Loam. Hasil evaluasi kesesuaian sifat fisik tanah menunjukkan bahwa SPL 1,4, dan 5 tergolong S1 (sangat sesuai). SPL 2 dan 3 tergolong S2-oa,rc; dengan faktor pembatas drainase dan tekstur. Tindakan perbaikan dapat direkomendasikan untuk pengembangan tanaman kentang meliputi penerapan sistem ekodrainase berupa kombinasi teras gulud dengan penambahan bahan organik dan penerapan mulsa. Pada lahan dengan kemiringan curam, pengolahan tanah dilakukan secara manual seperti pencangkulan, penerapan teknik konservasi lahan seperti terasering, penanaman vegetasi penutup (cover crop), serta saluran drainase sejajar kontur. 

×
Penulis Utama : Anita Yulianti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0221014
Tahun : 2025
Judul : Kajian Sifat Fisik Tanah untuk Pengembangan Tanaman Kentang di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2025
Program Studi : S-1 Ilmu Tanah
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Kelas kesesuaian, Kemiringan lereng, Drainase, Kedalaman efektif, Pengelolaan tanah
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://doi.org/10.20527/actasolum.v3i3.3328
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Sumani, M.Si
2. Ir. Dwi Priyo Ariyanto, S.P, M.Sc., Ph.D.
Penguji : 1. Ganjar Herdiansyah, S.P., M.P.
Catatan Umum : tidak ada DOI/DOI Invalid
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.