Kesesuaian
lahan merupakan penilaian terhadap tingkat kecocokan suatu lahan untuk
penggunaan tertentu berdasarkan persyaratan tumbuh tanaman. Kecamatan Ende
memiliki potensi pengembangan budidaya kopi, namun belum tersedia informasi
mengenai tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi kesesuaian lahan dalam pengembangan budidaya tanaman kopi
arabika (Coffea arabica) dan kopi
robusta (Coffea canephora) di
Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian bersifat
deskriptif eksploratif melalui pendekatan survei lapangan yang didukung oleh
analisis laboratorium. Survei lapangan dilakukan pada 31 titik boring untuk menentukan jenis tanah dan
lima Pedon digunakan sebagai pewakil untuk data analisis kesesuaian lahan.
Analisis data dengan metode matching
dan scoring untuk mengetahui kelas
kesesuaian lahan beserta dengan faktor pembatas, serta uji statistik
menggunakan ANOVA dan korelasi yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor
penentu.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah yang ditemukan di Kecamatan Ende
meliputi Inceptisols, Alfisols, dan Andisols. Kelas kesesuaian lahan untuk kopi
arabika tergolong kelas S3 (sesuai marginal) dan N (tidak sesuai), sedangkan
untuk kopi robusta termasuk kelas N (tidak sesuai). Faktor pembatas kelas kesesuaian
kopi arabika meliputi temperatur, ketersediaan air, ketersediaan oksigen,
retensi hara, hara tersedia, dan bahaya erosi, sedangkan untuk kelas kesesuaian
lahan kopi robusta yaitu ketersediaan air. Analisis korelasi menunjukkan faktor
penentu kelas kesesuaian lahan kopi arabika terdiri dari parameter temperatur
rerata, kelembapan, drainase, tekstur, bahan kasar, N-total, K-tersedia, bahaya
erosi, batuan permukaan, dan singkapan batuan. Penelitian ini menghasilkan peta
kesesuaian lahan aktual kopi arabika dan kopi robusta dengan skala 1:50.000
serta memberikan rekomendasi upaya perbaikan lahan, seperti pembuatan sistem
irigasi, pemberian tanaman naungan, pemupukan N (pupuk urea) dan K (pupuk KCl),
pembuatan terasering, dan pembuatan sistem irigasi melalui pemanenan air hujan
(pembuatan embung atau rorak).