Kecamatan
Mojogedang memiliki produksi padi organik terbesar di Kabuapten Karanganyar.
Kemampuan lahan mendukung optimalisasi produksi dan mencegah terjadinya
degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan lahan di
Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, dengan mengidentifikasi
faktor-faktor pembatas dan penentunya. Hasil klasifikasi kemampuan lahan
digunakan sebagai dasar dalam memberikan rekomendasi penggunaan lahan yang
tepat guna dan berkelanjutan.Penelitian
dilaksanakan pada bulan September 2024 hingga April 2025 menggunakan pendekatan
deskriptif eksploratif yang didukung pengamatan lapangan dan analisis
laboratorium. Penentuan titik sampel dilakukan secara purposive sampling
berdasarkan satuan peta lahan (SPL) hasil overlay peta jenis tanah, kemiringan
lereng, curah hujan, penggunaan lahan, dan tutupan vegetasi. SPL dibuat dua
macam berdasarkan penggunaan lahan dan tutupan vegetasi. Terdapat 20 SPL yang
diamati, masing-masing diambil tiga ulangan, sehingga total terdapat 60 sampel.Nilai kemampuan lahan
berdasarkan penggunaan lahan dan tutupan vegetasi tidak menujukkan perbedaan
signifikan karena sama-sama memiliki kelas kemampuan lahan III, kelas kemampuan
lahan VI, kelas kemampuan lahan VI, dan kelas kemampuan lahan VII. Nilai
kemampuan lahan ditentukan oleh faktor kemiringan lereng dan tingkat erosi. Upaya
konservasi yang dapat dilakukan yaitu terasering, perbaikan saluran drainase,
penanaman dalam strip, aplikasi tanaman penutup tanah, dan aplikasi bahan
organik. Rekomendasi kelas III digunakan untuk sawah dan perkebunan. Kelas IV
disarankan untuk penggunaan lahan sawah, tegalan, dan perkebunan Pada kelas VI
dan VII, konservasi lahan dilakukan melalui penggunaan lahan agroforestri.