Pengelolaan
likuiditas yang efektif merupakan aspek krusial dalam manajemen perbankan,
terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat dan kebutuhan nasabah yang
beragam. Likuiditas yang baik tidak hanya memastikan kelancaran operasional
bank, tetapi juga menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas keuangan. Bank harus
mampu mengelola arus kas dan memenuhi kewajiban jangka pendeknya sambil tetap
mempertahankan keseimbangan antara risiko dan profitabilitas. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengelolaan likuiditas dalam penerapan manajemen
risiko di Bank Woori Saudara Kantor Cabang Solo, dengan fokus pada cara
pengelolaan likuiditas yang dilakukan serta tantangan yang dihadapi dalam
proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi internal perusahaan
analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan likuiditas di Bank Woori Saudara KC Solo dilakukan secara sistematis dan responsif, mencakup pemantauan
kas harian, pelaporan ke Bank Indonesia, dan proyeksi kebutuhan dana (harian,
bulanan, THR). Strategi penanganan kelebihan dan kekurangan dana melibatkan
optimalisasi batas kas, koordinasi internal, TUKAB, serta komunikasi dengan
kantor pusat dan asuransi. Penerapan manajemen risiko likuiditas melalui
identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko menunjukkan
efektivitas. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi meliputi biaya operasional
TUKAB yang tinggi, perubahan jadwal pencairan dana dari Bank Indonesia,
penarikan dana mendadak oleh nasabah, dan kesulitan memperoleh dana idle dari
bank terdekat saat likuiditas ketat.