Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada
mata pelajaran IPAS topik energi di kelas IV SD Negeri Kawatan tahun pelajaran
2024/2025. Penelitian ini penting untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta
didik yang beragam di kelas, peningkatan kualitas pembelajaran dan pemenuhan Kurikulum
Merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu bentuk pendekatan yang
menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta
didik. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan
purposive sampling. Sedangkan teknik uji validasi datanya menggunakan
triangulasi sumber dan teknik. Data dikumpulkan melalui studi dokumen,
observasi terus terang, dan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini
menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari empat
tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
simpulan.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan melalui tiga tahap,
yaitu: (1) perencanaan, yang meliputi pemetaan kebutuhan belajar peserta didik
melalui asesmen diagnostik kognitif dan non kognitif serta perancangan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari alur tujuan pembelajaran, kriteria ketercapaian
tujuan pembelajaran, modul ajar, dan media yang digunakan; (2) pelaksanaan,
yang meliputi diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar; dan
(3) evaluasi, yang menggunakan penilaian berupa asesmen formatif dan sumatif,
mengadakan refleksi, menyusun simpulan, dan memberikan umpan balik kepada
peserta didik. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa pembelajaran berdiferensiasi
berperan penting dalam mewadahi keragaman kebutuhan dan gaya belajar peserta
didik.Implikasi teoretis
penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan, khususnya terkait
pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran IPAS topik energi. Secara
praktis, hasil penelitian membantu memahami kebutuhan belajar peserta didik dan
meningkatkan efektivitas pembelajaran. Saran yang diajukan antara lain: peserta
didik diharapkan lebih mengenali karakteristik diri (minat, kemampuan, gaya
belajar, dan tingkat kesiapan); guru disarankan menyelenggarakan pembelajaran
luar ruangan untuk menciptakan suasana belajar yang kontekstual; sekolah
diharapkan menyediakan buku pedoman tambahan sebagai pelengkap buku utama;
serta peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan studi ini dengan cakupan
yang lebih luas.