Keterampilan
menulis merupakan salah satu kompetensi dasar yang penting dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Salah satu bentuk tulisan yang kaya akan
nilai budaya dan estetika adalah pantun. Namun, hasil observasi awal
menunjukkan bahwa siswa kelas V SD Negeri Tanuharjo masih mengalami kesulitan
dalam menulis pantun secara mandiri. Siswa cenderung kesulitan memilih diksi,
menyusun sampiran dan isi, serta kurang memahami struktur persajakan pantun.
Rendahnya kemampuan menulis pantun ini juga disebabkan oleh kurang
bervariasinya model pembelajaran yang digunakan, sehingga siswa kurang aktif
dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar.Tujuan dari penelitian ini
adalah: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan model pembelajaran Make
a Match untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa kelas V
SD Negeri Tanuharjo, dan (2) meningkatkan keterampilan menulis pantun melalui
penggunaan model pembelajaran Make a Match. Penelitian ini merupakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek
penelitian adalah guru dan 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, wawancara, dan tes menulis pantun. Data dianalisis secara kualitatif
dan kuantitatif, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Make a Match dilakukan
melalui delapan tahapan utama, seperti menyiapkan kartu berpasangan (sampiran
dan isi pantun), mengorganisasikan siswa, mencocokkan kartu, dan melakukan
refleksi. Penggunaanlangkah-langkah ini menunjukkan peningkatan keterlibatan
aktif guru dan siswa dari siklus ke siklus. Selain itu, hasil tes menunjukkan
peningkatan kemampuan menulis pantun siswa dari skor rata-rata 57,21% pada
pratindakan menjadi 86,16% pada siklus III. Peningkatan signifikan terjadi pada
aspek diksi, isi, struktur, persajakan, dan keterkaitan antarbaris. Model ini
juga terbukti mendorong peningkatan kreativitas siswa dalam menyusun pantun dan
meningkatkan kerja sama melalui kegiatan mencocokkan kartu secara berkelompok.Simpulan
dari penelitian ini adalah bahwa terjadi peningkatan dalam pelaksanaan
langkah-langkah pembelajaran, di mana setiap siklus menunjukkan hasil yang
semakin baik. Selain itu, penggunaanmodel Make a Match dapat
meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa secara signifikan, sekaligus
menumbuhkan kreativitas dan kerja sama dalam proses pembelajaran. Model ini
direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang
menyenangkan, aktif, dan bermakna di sekolah dasar.