Penulis Utama : Agustin Rozalena
NIM / NIP : T202108001

Penelitian ini bertujuan menemukan komunikasi pengambilan keputusan dan koorientasi pemangku kepentingan pada brand destinasi Kota Palembang. Fokus utama kajian terletak pada potensi dinamika kolaboratif dalam komunikasi kelompok pemangku kepentingan, khususnya dalam perumusan brand Charming Palembang. Idealnya, branding destinasi bukanlah sekadar label statis yang ditempelkan pada suatu tempat, melainkan sebuah pesan komunikasi yang terus berkembang melalui proses interaktif dan kontekstual. Ia dibentuk oleh nilai-nilai budaya lokal, ekspektasi global, serta cara berbagai kelompok memahami dan merasakan tempat tersebut. Dalam proses ini, komunikasi berperan sebagai kunci utama melalui dialog, narasi, dan pertukaran makna, sehingga membangun kepercayaan, menciptakan kesepakatan bersama, dan menumbuhkan daya tarik emosional yang menghubungkan orang dengan tempat secara lebih mendalam. Hal ini pun didasari oleh fenomena paradoks kelimpahan narasi budaya dan sejarah lokal dengan dominasi pendekatan top-down yang justru menciptakan kesenjangan representasi identitas kota yang berpotensi melemahkan partisipasi masyarakat.Pendekatan komunikasi interpretif serta teori pembentukan keputusan dan koorientasi dipadukan, sehingga penelitian ini menegaskan pentingnya konsensus dalam membangun branding kota yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di tingkat nasional maupun regional. Selain itu, pengembangan brand wilayah dipahami bukan semata sebagai proses kreatif, melainkan sebagai kajian strategis yang bertujuan merumuskan dan mengomunikasikan visi-misi pembangunan pariwisata, sekaligus menonjolkan keunggulan khas daerah, baik dari aspek budaya, sumber daya alam, maupun potensi ekonomi.Tujuan penelitian ini (1) mengelaborasi dinamika komunikasi penngambilan keputusan melalui fase orientasi, konflik, kemunculan keputusan dan penguatan keputusan; (2) menganalisis koorientasi kemunculan keputusan dalam proses interaksi antar pemangku kepentingan pada saat kemunculan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada brand Charming Palembang dengan desain penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan observasi nonpartisipasi dan retrospektif. Dalam konteks branding atau komunikasi pengambilan keputusan brand Charming Palembang dianalisis untuk memahami bagaimana narasi suatu fenomena berkembang seiring waktu berdasarkan rekaman data yang ada. Peneliti mengintegrasikan Decision Emergence Theory dan pendekatan Coorientation Theory, studi ini mengembangkan model analitis untuk menemukan dinamika kemunculan keputusan melalui komunikasi kelompok, menganalisiasi titik-titik ketegangan, serta memetakan potensi konsensus. Penelitian ini menghasilkan komunikasi pengambilan keputusan diawali dengan fase penyelaras awal oleh Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi dan Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, serta pelaku usaha, akademisi dan budayawan Kota Palembang. Titik-titik ketegangan, berupa area konflik atau disparitas kesenjangan pada saat memberikan masukan mengenai ciri khas, unsur pemersatu dan visualisasi identitas pada logo dan tagline merupakan pemaknaan awal terhadap identitas destinasi. Integrasi Coorientation Theory pada fase kemunculan keputusan merupakan moderasi bagi tahapan menuju penguatan keputusan. Temuan penelitian menyebutkan bahwa keberhasilan relasi antar aktor pemangku kepentingan sangat bergantung pada kemampuan aktor untuk membangun relasi dan koorientasi sebelum pengambilan keputusan dilakukan. Dalam konteks kehidupan sosial masyarakat Palembang, identitas visual brand dirancang sebagai representasi harmonis dari elemen warna hitam, emas, dan merah yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan estetika budaya. Pemilihan elemen ini bukan hasil keputusan sepihak, melainkan merupakan keluaran dari proses deliberatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok terfokus bersama konsultan. Hal ini menunjukkan bahwa desain branding dibangun atas dasar pemahaman kolektif dan kajian yang mendalam. Pada dinamika kesepahaman dan interaksi aktor. Keputusan branding yang mulai terbentuk tidak hanya bersifat teknis, melainkan sosial yang diperkuat melalui interaksi dalam kelompok, baik saat rapat maupun forum diskusi (FGD) antar aktor. Kesepahaman bersama (agreement) muncul sebagai hasil dari proses komunikasi yang intensif, di mana para pemangku kepentingan merasa saling dipahami. Perbedaan pandangan yang ada tidak berkembang menjadi konflik besar, melainkan menunjukkan tingkat ketegangan yang rendah dan dapat dikelola secara konstruktif.Keputusan yang telah dirumuskan mengalami penguatan melalui dukungan simbolik, naratif, dan institusional dari aktor-aktor yang mulai menyepakati arah strategis tersebut. Namun, kualitas keputusan tidak hanya bergantung pada dukungan tersebut, akan tetapi dimoderasi oleh dimensi koorientasi, yaitu kongruensi sebagai upaya keselarasan persepsi antar aktor terhadap isu dan arah branding. Akurasi merupakan kemampuan aktor memahami secara tepat posisi dan pandangan pihak lain dan kesepahaman eksplisit terhadap tujuan dan strategi yang dirancang. Melalui moderasi koorientasi, keputusan tidak sekadar diperkuat, tetapi mengalami transformasi menjadi keputusan yang memiliki keterhubungan emosional dan nilai bersama antar aktor. Pada tahap akhir, keputusan tampak mencapai koherensi strategis berupa keselarasan antara tujuan, nilai, dan tindakan yang dirancang. Namun, keselarasan ini lebih bersifat konstruksi formal daripada hasil konsensus yang benar-benar dipahami dan disepakati oleh seluruh aktor. Indikasi false consensus muncul ketika kesepakatan dibentuk secara permukaan, melalui prosedur partisipatif yang memberikan otoritas pemilihan logo branding ditangan Wali Kota. Aktor pemangku kepentingan yang terlibat pada brand communication assessment cenderung menyetujui arah keputusan karena dominasi narasi, walaupun menunjukkan keterhubungan nilai atau pemahaman yang akurat terhadap posisi pihak lain Pada simpulan menunjukkan proses branding destinasi Palembang tidak hanya mengikuti tahapan teknis, melainkan mencerminkan kebaruan konseptual melalui integrasi Decision Emergence Theory yang dimoderasi oleh Coorientation Theory sejalan dengan prinsip-prinsip partisipatif dalam pembangunan identitas destinasi.   Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengembangan Decision Emergence Theory yang menawarkan konsep baru pada alur pengambilan keputusan secara beresonansi atau pengulangan interaksi. Adapun pada Coorientation Theory, menjadi moderasi pada fase kemunculan keputusan, sehingga menjadi lebih kongruen, akurat, menunjukkan kesepahaman pada keputusan. Selain itu, para pihak yang terlibat dalam memberikan insight mengenai identitas yang ada pada logo dan tagline Charming Palembang merasa dipahami (feeling being of understood). Substansi kebaruan penelitian juga menemukan pola alur komunikasi pada pengambilan keputusan dan model siklis komunikasi kelompok sebagai pengayaan teori dan konsep pragmatis yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam desain kebijakan adaptif dan partisipatif. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi dalam kebijakan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus bukan false consensus.  

×
Penulis Utama : Agustin Rozalena
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T202108001
Tahun : 2025
Judul : Komunikasi Pengambilan Keputusan dan Koorientasi Pemangku Kepentingan pada Brand Destinasi Kota Palembang
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2025
Program Studi : S-3 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Komunikasi pengambilan keputusan; komunikasi kelompok kepentingan; koorientasi pemangku kepentingan; branding destinasi
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://iannajournalofinterdisciplinarystudies.com/index.php/1/article/view/824
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr, Mahendra Wijaya, M.S
2. Prof. Dra. Prahastiwi Utari, Ph. D
3. Dr. Andre Novie Rahmanto, M.Si
Penguji : 1. Prof. Isnawijayani, Ph. D
2. Prof. Pawito, Ph.D
3. Dr. Rina Herlina Haryanti, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.