Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru dalam menghadapi masa pubertas remaja autis di SLB Negeri Surakarta. Masa pubertas merupakan fase penting yang penuh tantangan, termasuk bagi remaja autis yang mengalami kesulitan dalam memahami perubahan yang terjadi. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan guru dalam memberikan pendampingan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga guru kelas autis sebagai subjek dan guru lainnya sebagai significant others. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, studi dokumentasi, dan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru telah memiliki kesiapan individual dalam menghadapi masa pubertas remaja autisme, baik dari kesiapan fisik yang mendukung dalam aktivitas, kesiapan mental dengan memberikan lingkungan nyaman, dan emosional dengan mengutamakan kesabaran, kemudian kebutuhan, motif, dan tujuan yang ditujukan melalui kesadaran dan motif akan pubertas, serta memiliki pengetahuan yang cukup dan keterampilan mengajar yang ditujukan dengan penyesuaian kondisi dan pendekatan individual. Kesiapan juga ditunjukkan melalui keterlibatan orang tua, diskusi dengan rekan sejawat, dan pemanfaatan pengalaman pribadi atau pelatihan informal. Guru di SLB Negeri Surakarta menunjukkan kesiapan yang memadai dalam menghadapi masa pubertas remaja autisme, meskipun tetap diperlukan peningkatan pengetahuan dan pelatihan khusus mengenai pendidikan pubertas bagi anak autis, sehingga pendampingan yang diberikan dapat semakin optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: kesiapan guru, pubertas, remaja autis