Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menguji pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XII SMA Batik 1 Surakarta, (2) menguji pengaruh motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XII SMA Batik 1 Surakarta, (3) menguji pengaruh regulasi emosi dan motivasi belajar secara simultan terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XII SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan siswa kelas XII SMA Batik 1 Surakarta berjumlah 445 siswa dan sampel berjumlah 210 berdasarkan tabel krejcie. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket prokrastinasi akademik, skala psikologis regulasi emosi, dan skala psikologis motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Uji validitas isi menggunakan Aiken's V, uji validitas konstruk menggunakan Product Moment dengan bantuan SPSS 26, dan uji reabilitas menggunakan Alpha Cronbach's. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa (1) nilai signifikansi regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik yaitu sebesar 0,000 berarti kurang dari 0,05 sehingga Ha diterima terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik (2) nilai signifikansi motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik yaitu sebesar 0,000 berarti kurang dari 0,05 sehingga Ha diterima terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa (3) hasil uji f menunjukkan bahwa F hitung > F tabel (116,260 > 3,03) sehingga Ha diterima terdapat pengaruh regulasi emosi dan motivasi belajar secara simultan terhadap prokrastinasi akademik dengan R Square 52,9% yang berarti 47,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa regulasi emosi dan motivasi belajar merupakan faktor penting yang mempengaruhi prokrastinasi akademik. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu dapat menggunakan metode eksperimen untuk meningkatkan regulasi emosi dan motivasi belajar, selain itu menggunakan subjek yang lebih beragam seperti pada jenjang SMP, SMK, mahasiswa, atau siswa yang memiliki karakteristik tertentuÂ