Rusydah Shafy Kultsuum, G0022191, 2025. Efektivitas Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Insulin berdasarkan HbA1c dan GDP. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Evaluasi efektivitas terapi, baik dengan insulin maupun tanpa insulin, penting untuk menentukan keberhasilan kontrol glikemik dan perbaikan kondisi klinis pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pengobatan diabetes melitus tipe 2 menggunakan parameter HbA1c dan glukosa darah puasa (GDP).Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain komparatif yang membandingkan perubahan HbA1c dan GDP pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan terapi insulin dan tanpa insulin di RS UNS. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik sesuai distribusi data.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nilai HbA1c dan GDP sebelum dan sesudah terapi pada kedua kelompok. Meskipun terdapat penurunan pada kedua parameter, analisis perubahan nilai (Δ) HbA1c dan GDP tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok insulin dan tanpa insulin.Simpulan: Terdapat perbedaan efektivitas terapi berdasarkan nilai HbA1c dan GDP antara pasien dengan dan tanpa insulin, namun perubahan kedua parameter tidak menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik.Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, insulin, HbA1c, glukosa darah puasa, efektivitas terapi.