MUKHLIS
DISMA RAHMADI.O0122102. ANALISIS KETERSEDIAAN DAN
KELAYAKAN SARANA PRASARANA CABANG OLAHRAGA SEPATU RODA DI KONI SURAKARTA TAHUN 2025. Skripsi, Fakultas
Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2025.Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan serta mengevaluasi tingkat
kelayakan sarana dan prasarana cabang olahraga sepatu roda di bawah naungan
KONI Surakarta tahun 2025. Fokus penelitian diarahkan pada tiga divisi yang
berada dalam koordinasi KONI, yaitu inline speed, freestyle, dan skateboard,
yang kemudian dibandingkan dengan standar internasional dari World Skate untuk
mengetahui tingkat kesesuaian fasilitas yang digunakan dalam proses latihan dan
pembinaan atlet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi
langsung, wawancara mendalam dengan 1 pengelola dan 6 pelatih/pemain, serta
studi dokumentasi berupa
inventaris sarana-prasarana dan regulasi resmi World Skate. Instrumen penelitian
divalidasi oleh lima ahli dengan metode Content Validity Index (Ave-CVI
1.00) dan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis
data menggunakan gap analysisHasil
penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana-prasarana sepatu roda di KONI
Surakarta belum sepenuhnya memenuhi standar World Skate. Pada divisi inline
speed, lintasan velodrome yang digunakan memiliki bentuk dan permukaan yang
sesuai, namun beberapa aspek seperti ukuran jalur, barrier keselamatan, dan
kelengkapan area pemanasan belum sepenuhnya memenuhi standar. Pada divisi freestyle,
permukaan arena di Solo Center Point relatif memadai, tetapi belum terdapat
area kompetisi resmi beserta konfigurasi cone sesuai standar. Pada divisi
skateboard, fasilitas di Skatepark Purwosari menyediakan beberapa obstacle
standar, namun luasan arena, sistem penerangan, serta unit keselamatan belum
memenuhi ketentuan World Skate. Dari sisi sarana, ditemukan bahwa sepatu roda,
helm, pelindung tubuh, serta alat bantu latihan tersedia, tetapi sebagian besar
merupakan milik pribadi atlet, bukan inventaris KONI, sehingga tidak dapat
menjamin kesetaraan akses bagi semua atlet.
Simpulan dari penelitian
ini menunjukkan bahwa kondisi sarana-prasarana sepatu roda di KONI Surakarta
pada tahun 2025 berada pada kategori “cukup tersedia tetapi belum layak
sepenuhnya” berdasarkan standar World Skate. Oleh karena itu, rekomendasi yang
diberikan meliputi: (1) perlunya peningkatan fasilitas lintasan, pencahayaan,
dan sistem keselamatan di seluruh divisi; (2) pengadaan inventaris sarana
latihan dasar untuk memastikan pemerataan akses atlet; dan (3) penyusunan
rencana pengembangan jangka panjang yang terintegrasi dengan perencanaan
anggaran KONI agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan