ABSTRAKAnalisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana-Prasarana
Cabang Olahraga Hoki di KONI Surakarta Tahun 2025. Sekripsi.
Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta November 2025. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis ketersediaan serta mengevaluasi tingkat kelayakan sarana dan
prasarana cabang olahraga hoki indoor dan outdoor di bawah naungan KONI
Surakarta. Penelitian kelayakan mengacu pada standar Federesi Hoki Indonesia
(FHI), Federation Internationale de Hockey (FIH), Permenpora No. 7 Tahun
2021.Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui ovservasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus cabang olahraga,
pelatih, atlit dan pengelola fasilitas, serta studi dokumentasi di fasilitas
utama dan pendukung. Instrumen penelitian divalidasi melalui Content
Validity Index (Ave-CVI=1.00), dan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi
sumber serta member cheking. Analisis data menggunakan metode gap analysis
untuk memetakan kesenjangan antara kondisi eksisting dengan standar yang
berlaku.Hasil penelitian ini menunjukan
adanya kesenjangan yang signifikan pada hampir seluruh komponen fasilitas hoki di
KONI Surakarta. Tidak tersedia lapangan hoki outdoor standar FHI, sementara
fasilitas hoki indoor masih memiliki major gap pada aspek ukuran lapangan
kualitas permukaan lantai, pencahayaan, papan pantul, gawang, serta garis
lapangan. Selain itu, sarana pendukung latihan seperti loker atlit, ruang
medis, area penyimpanan alat, serta peralatan latihan modern (ladder speed,
cone marker, dan pelindung atlit sesuai standar FHI).
Temuan ini menunjukan adanya
hambatan struktural dalam penyedian fasilitas hoki dan mencerminkan ketimpangan
prioritas pembinaan dibanding cabang olahraga lain. Oleh karena itu,
direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Surakarta, KONI Surakarta, serta
pengurus cabang olahraga hoki untuk melakukan perencanaan strategi jangka
pendek dan jangka panjang, termasuk pengadaan fasilitas standar FHI, pembaruan
kebijakan pengelolaan serta prioritas anggaran pada aspek keselamatan dan kelengkapan
latihan agar memenuhi standar nasional maupun internasional.