Dwi Yudha Sulistyo Wibowo. 2025. Analisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana-Prasarana Cabang Olahraga Pencak Silat di KONI Surakarta Tahun 2025. Skripsi. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2025.Sarana dan prasarana olahraga merupakan faktor penting dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Dalam cabang olahraga pencak silat, ketersediaan dan kelayakan fasilitas latihan berpengaruh langsung terhadap kualitas latihan, keselamatan, dan efektivitas pembinaan atlet. Namun, kondisi sarana dan prasarana pencak silat di bawah naungan KONI Surakarta belum pernah dikaji secara sistematis berdasarkan standar resmi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan serta menilai kelayakan sarana dan prasarana pencak silat di KONI Surakarta tahun 2025 dengan mengacu pada standar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT), dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 15 Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada empat lokasi latihan pencak silat di Surakarta. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang terdiri dari pengelola dan pelatih perguruan pencak silat di bawah naungan KONI Surakarta. Validitas instrumen diuji menggunakan Content Validity Index (CVI) dengan nilai Ave-CVI sebesar 1,00. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan gap analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan standar kelayakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana dan prasarana pencak silat di KONI Surakarta belum memenuhi standar yang ditetapkan. Seluruh lokasi penelitian masih mengalami major gap pada prasarana utama, prasarana pendukung, sarana utama, dan sarana latihan tambahan. Kesenjangan paling menonjol ditemukan pada kualitas dan ketebalan matras, dimensi ruang latihan, ventilasi dan penerangan, ketiadaan ruang pendukung, keterbatasan perlengkapan pelindung atlet, serta minimnya sarana latihan fisik dan koordinasi. Temuan observasi ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas berdampak langsung pada keamanan dan efektivitas pembinaan atlet.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pencak silat di bawah naungan KONI Surakarta pada tahun 2025 berada pada kategori belum layak secara fungsional. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pembinaan prestasi dan meningkatkan risiko cedera atlet. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang terencana melalui penguatan kebijakan, peningkatan pendanaan, serta pemenuhan standar sarana dan prasarana sesuai regulasi IPSI, PERSILAT, dan Permenpora agar pembinaan pencak silat di Surakarta dapat berjalan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.