ABSTRAKMalik Abdul Aziz, O0122082. Analisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana-Prasarana Cabang Olahraga Menembak di KONI Surakarta Tahun 2025.Skripsi. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember2025.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan mengevaluasikelayakan sarana dan prasarana cabang olahraga menembak di KONI Surakartaberdasarkan standar ISSF, ASC, dan PERBAKIN. Evaluasi dilakukan untukmengidentifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan standar teknis minimumyang diperlukan dalam mendukung pembinaan dan pelaksanaan latihan menembaksecara aman serta sesuai regulasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasusmelalui observasi langsung pada fasilitas latihan, wawancara mendalam denganpengurus KONI, pelatih, dan atlet, serta studi dokumentasi terhadap inventarissarana-prasarana yang tersedia. Instrumen penelitian divalidasi oleh lima ahlimenggunakan metode Content Validity Index (Ave-CVI 1.00), dan keabsahan datadiuji dengan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan menggunakan gapanalysis untuk memetakan kesenjangan fungsional antara kondisi aktual danstandar ISSF–ASC–PERBAKIN.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sarana dan prasaranamenembak di KONI Surakarta belum memenuhi standar kelayakan yangditetapkan. Major gap ditemukan pada prasarana utama lapangan tembak, sepertiketidaksesuaian jarak tembak, sistem backstop, pencahayaan, ventilasi, dan areagaris tembak yang tidak sesuai toleransi ISSF. Sarana latihan dasar seperti targettembak, sistem penilaian (scoring), senjata latihan standar, amunisi, tripod,sandbag, dan wind flag belum tersedia secara memadai. Selain itu, fasilitaspendukung seperti ruang penyimpanan senjata, ruang pemeriksaan senjata, ruangpemeliharaan, ruang briefing, serta fasilitas keselamatan seperti ear protector,safety glasses, P3K, dan papan SOP keamanan masih sangat terbatas. Kondisi inimenyebabkan terjadinya kesenjangan menyeluruh yang berdampak padakeselamatan latihan, efektivitas pembinaan, serta pemenuhan standar nasionalmaupun internasional.Implikasi dari temuan ini menunjukkan adanya hambatan struktural padaproses pembinaan atlet menembak, meningkatnya risiko keselamatan, sertaketidaksiapan fasilitas dalam mendukung peningkatan prestasi. Oleh karena itu,direkomendasikan kepada KONI Surakarta dan pemerintah daerah untuk merevisikebijakan pengadaan sarana-prasarana menembak, memprioritaskan penyediaanfasilitas keselamatan kritis, serta melakukan pemenuhan sarana dan prasaranaberdasarkan standar ISSF–ASC–PERBAKIN agar kualitas pembinaan dapatmeningkat secara signifikan dan berkelanjutan.