Faiza Thoriq Hisyam Zain. O0122041. Analisis Ketersediaan dan Kelayakan
Sarana-Prasarana Cabang Olahraga Bridge di KONI Surakarta Tahun 2025.
Skripsi. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November
2025.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sarana
dan prasarana dalam mendukung pembinaan prestasi cabang olahraga bridge yang
menuntut konsentrasi, kenyamanan, dan standar teknis yang tinggi. Meskipun
World Bridge Federation (WBF), PB GABSI, dan regulasi nasional telah menetapkan
standar sarana–prasarana bridge, hingga saat ini belum tersedia analisis
empiris yang menggambarkan kesesuaian antara standar tersebut dengan kondisi
faktual fasilitas latihan di tingkat daerah. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan mengevaluasi kelayakan fungsional
sarana dan prasarana cabang olahraga bridge di bawah naungan KONI Surakarta
tahun 2025.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung
terhadap fasilitas latihan bridge, wawancara mendalam dengan 5 informan kunci
yang terdiri atas pengurus/penanggung jawab sarana-prasarana serta pelatih dan
pemain bridge, serta studi dokumentasi. Instrumen penelitian divalidasi oleh 5
ahli dengan nilai Content Validity Index (Ave-CVI = 1.00), sedangkan keabsahan
data diuji melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan gap
analysis dengan membandingkan kondisi aktual sarana–prasarana terhadap standar
WBF, pedoman teknis PB GABSI, dan Permenpora Nomor 0445 Tahun 2014.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana utama bridge di
KONI Surakarta berada pada kategori sangat baik dan memenuhi standar (zero
gap). Prasarana utama ruang latihan bersifat fungsional tetapi belum ideal
karena masih ditemukan minor gap pada aspek ventilasi/suhu ruangan dan
ketiadaan peredam suara. Pada sarana pendukung ditemukan major gap pada
ketiadaan passing tray dan perangkat teknologi informasi, serta minor gap pada
pencatatan skor yang masih dilakukan secara manual. Prasarana pendukung menunjukkan
major gap pada aspek keselamatan karena tidak tersedianya APAR, ruang
medis/P3K, CCTV, dan jalur evakuasi.Secara keseluruhan, pembinaan cabang olahraga bridge di
KONI Surakarta telah ditopang oleh sarana utama yang layak, namun masih
menghadapi kendala pada aspek sarana dan prasarana pendukung, khususnya terkait
modernisasi latihan dan keselamatan fasilitas. Penelitian ini menjadi dasar
evaluasi bagi KONI Surakarta untuk memprioritaskan peningkatan fasilitas
pendukung dan keselamatan agar pembinaan bridge selaras dengan standar bridge
modern serta mendukung lingkungan latihan yang aman dan profesional.