Muhammad Rino Prasta
Farizqi. O0122100. ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN SARANA-PRASARANA
CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO DI KONI SURAKARTA TAHUN 2025. Surakarta: Fakultas
Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2025. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi ketersediaan
serta kelayakan sarana dan prasarana olahraga pada cabang olahraga Taekwondo di
bawah naungan KONI Surakarta tahun 2025, dengan mengacu pada standar teknis World
Taekwondo Guidelines (2022) dan World Taekwondo Operations Rules (2024).Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang bertujuan
untuk memberikan deskripsi mendalam mengenai kondisi aktual ketersediaan dan
kelayakan sarana serta prasarana cabang olahraga Taekwondo di KONI Surakarta
berdasarkan standar World Taekwondo Guidelines (2022) dan World
Taekwondo Event Operations Rules (2024). Teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisa secara deskriptif
kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan
prasarana cabang olahraga Taekwondo di KONI Surakarta belum sepenuhnya memenuhi
standar kelayakan World Taekwondo Guidelines (2022) dan World
Taekwondo Event Operations Rules (2024). Sebagian sarana dasar telah
tersedia dan berfungsi dengan baik, namun keterbatasan prasarana permanen berupa
venue cabang olahraga Taekwondo dan ruang pendukungnya masih menjadi
kendala utama. Melalui teknik triangulasi sumber data yang melibatkan
observasi, wawancara, dan dokumentasi diperoleh hasil yang konsisten bahwa
fasilitas pembinaan tergolong cukup baik namun belum ideal. Kondisi ini
menunjukkan perlunya peningkatan penyediaan sarana dan prasarana yang lebih
representatif dan berkelanjutan guna mendukung efektivitas pembinaan atlet
Taekwondo KONI Surakarta.Kesimpulan
dari penelitian ini secara
keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana serta
prasarana Taekwondo KONI Surakarta tergolong cukup baik namun belum ideal,
terutama karena belum adanya prasarana permanen dan keterbatasan peralatan yang
sesuai dengan standar.