Kegiatan
tugas akhir ini bertujuan untuk mempraktikkan budidaya terong ungu (Solanum
melongena L.), menerapkan strategi pemasaran, dan menganalisis kelayakan
usahatani budidaya terong ungu. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jendi,
Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang memiliki kondisi sesuai untuk
budidaya terong ungu, yaitu tanah litosol, suhu hangat hingga panas, curah
hujan sedang. Kegiatan budidaya yang dilakukan dimulai dari persiapan media
tanam, penyemaian, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Strategi pemasaran yang
dilakukan dalam kegiatan budidaya tanaman terong ungu (Solanum melongena L.)
menggunakan pendekatan STP (segmentation, targeting, dan positioning)
dan strategi bauran 4P (product, price, place, dan promotion).
Kegiatan pemasaran yang dilakukan, yaitu secara online dan offline, pemasaran
online dilakukan melalui social media Instagram dan WhatsApp, sedangan
pemasaran secara offline dilakukan langsung kepada calon konsumen dan
dari mulut ke mulut. Hasil kelayakan usaha, yaitu R/C ratio nilai yang
didapat adalah 1,70 karena
R/C > 1, usahatani terong ungu ini layak untuk dijalankan dan tergolong
efisien, yang diartikan setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan
penerimaan sebesar rp 1,70. B/C ratio nilai yang didapat adalah 0,70.
Nilai B/C ratio > 0 menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan mengalami
keuntungan dan layak dijalankan. Selain itu, BEP produksi sebesar 123,30 kg,
karena hasil panen mencapai 228 kg (> 123,30 kg) usahatani ini memperoleh
keuntungan, serta BEP harga sebesar Rp 5.408,11/kg, karena harga jual Rp
10.000/kg lebih tinggi dari BEP harga, usahatani memperoleh keuntungan.