Kearifan lokal memiliki kontribusi signifikan dalam
berbagai aspek kehidupan, seperti lingkungan, kesehatan, ketahanan pangan,
pendidikan, multikulturalisme, dan pembentukan identitas nasional. Kearifan
lokal tersebut terancam punah karena beberapa alasan yaitu munculnya kelompok
ultra moderenis, ultra agamis, ultra pragmatis yang berpandangan bahwa kearifan
lokal dapat menghambat ekonomi, kuno, dan bid’ah, golobalisasi, dan moderenisme. Tujuan penelitian ini 1) Mengeksplorasi potensi
kearifan lokal berwawasan lingkungan yang ada di Pesisir Utara Jawa Tengah. 2) Mengeksplorasi
makna filosofis kearifan lokal berwawasan lingkungan di Pesisir Utara Jawa
Tengah. 3) Pendeskripsikan fungsi kearifan lokal berwawasan lingkungan di
Pesisir Utara Jawa Tengah. 4) Mengeksplorasi pemanfaatan kearifan lokal
berwawasan lingkungan untuk invensi pengembangan buku ajar digital Bahasa
Indonesia di SMA.Peneltian ini menggunakan metode kualitatif.
Pendekatan penelitian yang diterapkan
adalah etnografi. Data penelitian berupa potensi kearifan lokal (cerita
asal-usul atau legenda, upacara tradisi,
pengetahuan lokal, dan makanan tradisonal) di kawasan pesisir utara Jawa
Tengah yang berwawasn lingkungan, makna filosofis serta fungsinya, serta
pemanfataan hasil kajian tersebut dalam
buku ajar digital. Sumber data meliputi informan (antara lain. warga lokal,
budayawan lokal, pimpinan desa), peristiwa (upacara tradisi), benda budaya (sesaji, makanan tradsional),
dan dokumen (foto, video, teks). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukam dengan wawancara mendalam, observasi,
analisis benda budaya dan analisis dokumen. Uji validitas data dilakukan dengan
triangulasi sumber, metode. Untuk menganalisis data dilakukan dengan model
interaktif. Untuk analisis makna dilakukan dengan menerapkan teori Roland Barthes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 16
data kearifan lokal berwawasan lingkungan di Pesisir Utara Jawa Tengah,
meliputi 7 cerita rakyat, 4 upacara tradisi, 2 pengetahuan lokal, dan 3 makanan
tradisional. (2) Kearifan lokal tersebut mengandung nilai ekologis, spiritual,
sosial, dan ekonomi yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
(3) Nilai-nilai ini berfungsi sebagai sistem konservasi budaya dan lingkungan.
Nilai dan fungsi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan buku ajar
digital Bahasa Indonesia berbasis teks multimodal guna memperkuat literasi
ekologis dan apresiasi budaya lokal siswa. Hasil digunakan sebagai invensi
pengembangan buku ajar digital bahasa Indonesia SMA.