Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik buku ajar Bahasa
Indonesia di SD Kabupaten Lebak, (2) mendeskripsikan kebutuhan buku ajar
Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Baduy untuk meningkatkan keterampilan
menulis siswa di SD Kabupaten Lebak, (3) mendeskripsikan pengembangan buku
ajar digital Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Baduy untuk meningkatkan
keterampilan menulis siswa SD di Kabupaten Lebak, (4) mendeskripsikan
keefektifan buku ajar digital Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Baduy untuk
meningkatkan keterampilan siswa SD di Kabupaten Lebak. Metode penelitian
menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tiga tahap,
yaitu: (1) tahap eksplorasi atau pendahuluan, (2) tahap pengembangan produk, dan
(3) tahap pengujian produk. Tahap eksplorasi meliputi observasi, wawancara,
angket serta analisis dokumen. Tahap pengembangan produk dilakukan melalui
beberapa proses, yaitu lokakarya, penilian pakar, uji coba terbatas, dan uji coba
lebih luas. Tahap pengujian produk menggunakan penelitian eksperimen yang
melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian sebagai
berikut: (1) karakteristik buku ajar Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Lebak yang
diterbitkan Kemendikbud RI terdapat 8 bab, setiap bab memiliki tema yang
beragam. 3 bab di antaranya membahas tema yang berkaitan dengan kearifan lokal,
yakni tentang tarian tradisional, cerita rakyat, dan kerajinan seperti batik. Setiap bab
juga dilengkapi dengan keterampilan berbahasa seperti menyimak, membaca,
berbicara, dan menulis. Terdiri dari 238 halaman dan sudah dicetak sebanyak 2 kali
yakni tahun 2021 dan 2023. (2) guru membutuhkan buku ajar yang: (a)
mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Baduy, (b) dilengkapi fitur multimedia
yang interaktif, (c) siap pakai, mudah diakses, praktis, dan dilengkapi dengan
panduan penggunaan yang jelas, (d) kontekstual dan relevan dengan budaya lokal
yang mendukung penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Kebutuhan siswa
meliputi: (a) buku ajar mudah dipahami, (b) menggunakan bahasa yang sederhana
dan komunikatif, (c) mengandung ilustrasi dan gambar yang menarik, (d)
mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Baduy. (3) buku ajar Bahasa Indonesia
berbasis kearifan lokal Baduy terdiri dari 8 bab materi, pembahasan, dan refleksi.
(4) hasil pengujian menunjukkan bahwa buku ajar digital berbasis kearifan lokal
Baduy layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis
siswa. Dengan demikian, buku ajar digital ini dapat menjadi alternatif media
pembelajaran yang inovatif dan kontekstual di sekolah dasar Kabupaten Lebak.