Penulis Utama : Eli Purwati
NIM / NIP : T202208002

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia karena memadukan misi akademik dengan dakwah dan internalisasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Budaya organisasi di PTMA tidak hanya berfungsi sebagai perangkat administratif, tetapi menjadi ruang simbolik tempat identitas kolektif, etika profesional, dan orientasi moral civitas akademika dibentuk melalui praktik komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa komunikasi dalam budaya organisasi PTMA dengan menggunakan perspektif teori budaya dan performa komunikasi dari Michael Pacanowsky dan O’Donnell-Trujillo yang mencakup lima dimensi utama, yaitu performa ritual, hasrat (passion), sosial, politik, dan enkulturasi. Penelitian difokuskan untuk memahami bagaimana kelima performa tersebut dijalankan pada tiga kategori PTMA—klaster unggul, menengah, dan binaan—serta bagaimana konteks kelembagaan memengaruhi karakter komunikasi organisasinya.            Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Subjek penelitian melibatkan pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta unsur persyarikatan pada tiga PTMA yang mewakili masing-masing klaster. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada aktivitas akademik dan keagamaan, serta analisis dokumen kelembagaan seperti pedoman AIK, notulen rapat, dan program pembinaan. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sementara analisis dilakukan secara tematik-interpretatif dengan kerangka performa Pacanowsky untuk memetakan praktik komunikasi sebagai realitas simbolik yang terus diproduksi dalam kehidupan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa komunikasi PTMA membentuk spektrum kematangan budaya organisasi. Pada klaster unggul, komunikasi organisasi telah terinstitusionalisasi secara kuat dan berfungsi sebagai arena performatif peneguhan nilai AIK. Praktik komunikasi formal seperti rapat pimpinan, forum dosen, dan dialog mahasiswa berjalan berdampingan dengan komunikasi informal yang memperkuat kohesi internal. Komunikasi tidak sekadar menjadi alat koordinasi, melainkan medium pembentukan makna kolektif yang meneguhkan kejujuran, keterbukaan, musyawarah, dan etika Islam sebagai dasar tindakan organisasi. Performa ritual berlangsung konsisten melalui pengajian, pembukaan rapat dengan doa, wisuda, dan berbagai kegiatan keagamaan yang berfungsi sebagai infrastruktur makna untuk internalisasi identitas. Performa politik dijalankan secara deliberatif; keputusan dilegitimasi melalui musyawarah sehingga otoritas diterima sebagai amanah moral, bukan sekadar kekuasaan struktural. Enkulturasi nilai berlangsung terencana melalui orientasi, kaderisasi, dan mentoring yang mentransmisikan cara berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan sesuai nilai organisasi.            Pada klaster menengah, performa komunikasi bersifat lebih cair dan adaptif. Ritual hadir secara kontekstual dan tidak selalu terjadwal ketat, namun tetap berfungsi sebagai penguat identitas kolektif. Passion performance banyak ditopang oleh relasi personal, pengalaman historis, dan kedekatan ideologis dengan persyarikatan, sehingga menjadi energi adaptif organisasi meskipun belum sepenuhnya terinstitusionalisasi. Komunikasi sosial berbasis jejaring interpersonal menjadi modal utama koordinasi dan partisipasi. Kondisi ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam merespons perubahan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan konsistensi makna lintas unit dan lintas waktu.            Pada klaster binaan, performa komunikasi berada pada fase transisional. Ritual lebih berfungsi sebagai simbolisme pendampingan dan pembelajaran daripada sebagai budaya mapan. Passion performance cenderung reaktif karena banyak dipicu oleh dorongan eksternal, tuntutan akreditasi, dan program pendampingan. Makna organisasi masih dinegosiasikan antara identitas internal dan ekspektasi eksternal, sehingga proses enkulturasi nilai belum berlangsung stabil dan berkelanjutan. Temuan lintas klaster menegaskan bahwa komunikasi organisasi PTMA tidak dapat dipahami semata sebagai proses manajerial, melainkan sebagai praktik kultural, ideologis, dan etis. Lima performa Pacanowsky bekerja sebagai mekanisme pembentuk identitas, legitimasi, dan keberlanjutan institusi. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah perluasan teori Pacanowsky dengan memasukkan dimensi normatif-spiritual khas organisasi pendidikan Islam, yang menunjukkan bahwa performa komunikasi tidak hanya diukur dari efisiensi, tetapi dari kemampuan memelihara kohesi moral dan identitas kolektif. Kebaruan penelitian terletak pada analisis komparatif tiga klaster PTMA yang memetakan spektrum performa: terinstitusionalisasi pada klaster unggul, adaptif-relasional pada klaster menengah, dan transisional-dependen pada klaster binaan. Secara metodologis, studi ini menegaskan relevansi pendekatan kualitatif interpretatif untuk membaca budaya komunikasi sebagai realitas simbolik yang hidup. Implikasi praktisnya, PTMA perlu memperkuat mekanisme enkulturasi nilai, menyeimbangkan fleksibilitas dengan konsistensi simbolik, serta mengembangkan komunikasi digital tanpa menggerus fondasi AIK. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain campuran untuk mengukur hubungan performa komunikasi dengan kinerja akademik dan tata kelola kelembagaan. 

×
Penulis Utama : Eli Purwati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T202208002
Tahun : 2026
Judul : Performa Komunikasi dalam Budaya Organisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah - Aisyiyah (PTMA) Klaster Unggul, Menengah, dan Binaah
Edisi :
Imprint : surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-3 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Performa Komunikasi, Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA), Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Studi Kualitatif
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://www.asianinstituteofresearch.org/id/JSParchives/organizational-culture-and-communication-in-muhammadiyah-higher-education-institutions:-transparency,-technology-integration,-and-islamic-values
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Widodo Muktiyo
2. Dr. Andre Noevi Rahmanto, M.Si
3. Prof. Drajat Tri Kartono , M.Si
Penguji : 1. Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos, M.Si
2. Prof. Dra. Prahastiwi Utari, Ph.D
3. Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D.
Catatan Umum : Halaman Persetujuan sudah saya masukan yang di scan dan sudah ada ttd dan stempel
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.