Neifa Reroka Ramadhani, G0022160, 2025. Hubungan Tingkat Stres terhadap
Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS UNS. Skripsi. Fakultas Kedokteran,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DM T2) merupakan masalah
kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko
menimbulkan berbagai komplikasi. Selain faktor biologis dan gaya hidup, faktor
psikologis seperti stres diketahui berperan dalam memengaruhi kontrol glikemik
melalui aktivasi hormonal yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Namun,
penelitian mengenai hubungan tingkat stres terhadap penderita DM T2 di RS UNS
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
tingkat stres dengan tingkat keparahan DM T2 yang diukur menggunakan kadar
HbA1c pada pasien DM T2 di RS UNS.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik
korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di RS
UNS pada bulan November–Desember 2025. Sampel penelitian sebanyak 46
pasien DM T2 rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan
teknik pengambilan sampel total sampling. Variabel bebas adalah tingkat stres
yang diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10),
sedangkan variabel terikat adalah tingkat keparahan DM T2 yang dinilai
berdasarkan kadar HbA1c dari rekam medis satu tahun terakhir. Analisis data
dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (67,4%) dan
memiliki kadar HbA1c kategori terkontrol sedang hingga buruk. Hasil uji
Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres
dengan kadar HbA1c (p = 0,001) dengan koefisien korelasi r = 0,537 yang
menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan bersifat positif. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin tinggi pula kadar
HbA1c pada pasien DM T2.
Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna dan positif antara tingkat stres
dengan tingkat keparahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada pasien DM T2 di RS
UNS. Pengelolaan stres perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan
komprehensif dalam pengendalian glikemik pada pasien DM T2.