Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasar; (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasar; dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV sekolah dasar.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Abean. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Uji validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasar dilaksanakan dengan enam langkah, yaitu: (a) orientasi masalah, (b) merumuskan pertanyaan, (c) membuat hipotesis (d) mengumpulkan data, (e) menguji hipotesis, dan (f) membuat kesimpulan; (2) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasar. Hal tersebut dibuktikan dari hasil tes keterampilan berpikir kritis yang menunjukkan peningkatan pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 72,28% pada siklus I menjadi 83,18% pada siklus II, dan mencapai 89,82% pada siklus III; (3) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasarr. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada tiap siklusnya. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I = 68,42%, siklus II = 84,21%, dan pada siklus III = 89,48%. Simpulan penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV sekolah dasar.