Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana dan prasarana
cabang olahraga pétanque
di Surakarta pada tahun
2025. Hingga saat ini, di Kota Surakarta belum terdapat lapangan pétanque yang secara khusus berada di bawah naungan
dan pengelolaan langsung KONI Surakarta,
sehingga pemanfaatan sarana latihan dan pertandingan masih bergantung
pada fasilitas milik perguruan tinggi dan komunitas. Sarana dan prasarana
merupakan komponen penting dalam
mendukung proses pembinaan, latihan, serta pencapaian
prestasi atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi
beberapa lokasi lapangan pétanque yang digunakan oleh atlet di Surakarta, baik
sebagai lapangan pertandingan maupun lapangan latihan,
dengan narasumber yang terdiri dari pelatih dan pengelola pétanque. Instrumen penelitian divalidasi melalui uji validitas isi (I-CVI dan Ave-CVI). Analisis
data dilakukan menggunakan teknik analisis kesenjangan (gap analysis) berdasarkan standar
Fédération Internationale de Pétanque et Jeu Provençal (FIPJP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lapangan utama pétanque yang digunakan sebagai venue pertandingan memiliki
tingkat kelayakan teknis yang tinggi pada aspek dimensi dan permukaan lapangan
(zero gap), namun masih ditemukan major gap pada fasilitas pendukung seperti
tenda pelindung dari cuaca dan prasarana penunjang lainnya. Sementara itu,
lapangan latihan menunjukkan adanya major gap yang menyeluruh pada aspek
dimensi, kondisi permukaan lapangan, prasarana pendukung, serta sarana latihan
dasar dan fungsional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun
sebagian fasilitas pétanque di Surakarta telah memenuhi standar teknis,
ketiadaan lapangan pétanque di bawah naungan KONI Surakarta menjadi tantangan
utama dalam pemerataan dan optimalisasi pembinaan atlet pétanque.