Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Manakah prestasibelajar matematika yang lebih baik antara siswa yang diberikan modelPembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) atau siswa yang diberikanmodel pembelajaran langsung pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel,(2) Manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yangmemiliki aktivitas belajar matematika tinggi, aktivitas belajar matematika sedang,atau aktivitas belajar matematika rendah pada materi Sistem Persamaan LinierDua Variabel, (3) Manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik padapenerapan model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK), apakah siswadengan aktivitas belajar matematika tinggi, sedang atau rendah, (4) Manakahprestasi belajar matematika yang lebih baik pada penerapan model pembelajaranlangsung, apakah siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi, sedang ataurendah, (5) Manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik pada siswadengan aktivitas belajar matematika tinggi, apakah siswa yang diberikan modelPembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) atau model pembelajaranlangsung, (6) Manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik pada siswadengan aktivitas belajar matematika sedang, apakah siswa yang diberikan modelPembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) atau model pembelajaranlangsung, (7) Manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik pada siswadengan aktivitas belajar matematika rendah, apakah siswa yang diberikan modelPembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) atau model pembelajaranlangsung.Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasipenelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Surakarta yang terdiridari 8 kelas dengan banyaknya siswa 250. Sampel yang digunakan adalah 60siswa, yang diambil dari 2 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara clusterrandom sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 10 Surakarta.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untukmemperoleh data yang berupa nilai Mid Semester I mata pelajaran matematikadari siswa kelas VIII yang digunakan untuk menguji keseimbangan rataan kondisiawal kelas eksperimen dan kelas kontrol, metode angket untuk data aktivitasbelajar matematika siswa dan metode tes untuk mengumpulkan data mengenaiprestasi belajar matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linier DuaVariabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalandengan sel tak sama. Sebagai persyaratan uji analisis variansi yaitu populasiberdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi mempunyai variansiyang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Model PembelajaranInteraktif Setting Kooperatif (PISK) memberikan prestasi belajar matematikayang lebih baik daripada model pembelajaran langsung pada materi SistemPersamaan Linier Dua Variabel, (2) Siswa yang memiliki aktivitas belajarmatematika tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknyadengan siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika sedang. Dan siswa yangmemiliki aktivitas belajar matematika tinggi dan sedang memiliki prestasi belajarmatematika yang lebih baik daripada siswa yang memiliki aktivitas belajarmatematika rendah pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel, (3) Padapenerapan model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK), siswa yangmemiliki aktivitas belajar matematika tinggi menghasilkan prestasi belajarmatematika yang sama baiknya dengan siswa yang memiliki aktivitas belajarmatematika sedang. Dan siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika tinggidan sedang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripadasiswa yang memiliki aktivitas belajar matematika rendah pada materi SistemPersamaan Linier Dua Variabel, (4) Pada penerapan model pembelajaranlangsung, siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika tinggi menghasilkanprestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa yang memilikiaktivitas belajar matematika sedang. Dan siswa yang memiliki aktivitas belajarmatematika tinggi dan sedang menghasilkan prestasi belajar matematika yanglebih baik daripada siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika rendah padamateri Sistem Persamaan Linier Dua Variabel, (5) Pada siswa yang memilikiaktivitas belajar matematika tinggi, model Pembelajaran Interaktif SettingKooperatif (PISK) menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baikdaripada model pembelajaran langsung pada materi Sistem Persamaan Linier DuaVariabel, (6) Pada siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika sedang,model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) menghasilkan prestasibelajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung padamateri Sistem Persamaan Linier Dua Variabel, (7) Pada siswa yang memilikiaktivitas belajar matematika rendah, model Pembelajaran Interaktif SettingKooperatif (PISK) menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baikdaripada model pembelajaran langsung pada materi Sistem Persamaan Linier DuaVariabel.Kata Kunci: Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif, aktivitas belajarmatematika, prestasi belajar